Mimpi yang terasa nyata

1290 Words
* * * "Mmmh...".Ku melenguh saat sesuatu yang basah menyapu leher ku.Rasanya menggelikan tapi menggairahkan ku.Seperti adegan di film yang tidak lulus sensor. Akhhh,tapi ada yang ku herankan.Kenapa saat mimpi beradegan panas yang singgah dalam tidurku yang lelap ini terasa nyata dan dapat kurasakan?.Terus terang,bukan kali ini saja aku bermimpi sampai basah dan banjir keringat seperti ini meski aku wanita yang masih perawan di usia ku yang sudah cukup matang ini,yaitu 25 tahun.Aneh kan?. "Shhh....".Ku mendesah saat bukit kembar ku terasa basah. Entah siapa yang bermain dengan bukit kembar ku yang masih kencang ini dan belum tersentuh oleh siapa pun?.Tapi jujur ku akui.Aku begitu menikmati sensasi luar yang biasa ini.Mimpi yang melenakan ini serasa membawa ku melayang ke awang-awang. "Aaakhhh...".Mata ku seketika terbuka saat sesuatu yang keras menghujam mahkota berharga ku sebagai seorang wanita yang masih suci meski tidak murni seratus persen.Secara,sentuhan fisik yang hanya berpegangan tangan,sebuah kecupan dipipi dan didahi juga berpelukan,pernah ku lakukan dengan Nathan,pria terdekat ku saat ini. "Ohhh...".Aku membulatkan mata ku saat menyadari semuanya. Ternyata ini benar-benar terjadi.Bukan hanya sebatas mimpi tapi kenyataan.Rasa sakitnya dapat kurasakan Tunggu!.Bicara soal Nathan aku jadi sadar,kemana Nathan dan siapa yang berlabuh diatas tubuh ku ini?.Jika Nathan tidak ada disini,aku bersama siapa?. "Selamat malam,sayangku!.Kamu sudah sadar,ratu ku".Cahaya lampu yang temaram menyamarkan indera penglihatan ku saat seraut wajah mulus dan menawan seorang pria yang tepat berada di atas ku ini,tersenyum pada ku Demi apapun,baru kali ini kulihat wajah yang estetik ini.Entah siapa pria ini?,tidak dapat ku kenali dan sangat asing tapi aku menyukai nya.Alisnya yang tebal menyiratkan jika wataknya tegas dan tidak terbantahkan.Rahangnya yang tegas menyiratkan karisma nya sebagai seorang pria sejati.Tatapannya yang tajam menyiratkan pesona nya yang tidak dapat ku pungkiri. What the heck!.Apa yang ku pikirkan?.Aku malah mengagumi ketampanan pria ini yang laksana Dewa Yunani,bukannya mencari tau jati dirinya. "Shhh,sakiiit!".Sensasi yang terasa sangat menyakitkan saat hentakan benda yang keras kurasakan di area intim ku,menyadarkan ku dari lamunan. Aku terbelenggu dalam kungkungan pria asing yang tidak kukenal ini.Aku ingin berontak tapi tubuhku terasa lemas dan sulit ku gerakan.Alhasil aku tidak berdaya dibawah kendali pria ini yang sangat mendominasi ku. "Si siapa kau?.Aapa yang kamu,lakukan pada ku?".Terbata aku bertanya saat pria ini tanpa permisi menerobos goa kepemilikan ku. Bukannya mengungkapkan jati dirinya dan menjelaskan perlakuan nya pada ku,pria ini malah melahap bibir ku dan dilum*t nya dengan liar seperti predator yang lapar.Aku yang lemah semakin tak berdaya.Aku hanya pasrah menerima keganasan dan kebrutalan pria yang merampas satu-satunya harta berharga yang ku miliki,yaitu kehormatan ku. "Akhhh...".Paling menyakiti ku adalah ketika ku rasakan sesuatu yang terkoyak didalam Miss V ku. Ohhh tidak.Hancurlah sudah satu-satunya yang paling berharga dalam hidupku sebagai seorang wanita perawan.Kehormatan ku telah hilang direnggut pria asing ini.Bergulir air mata ku mengalami hal yang paling menyakitkan ini. "Jangan menangis sayang.Sakitnya hanya sebentar.Selanjutnya,kamu akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.Aku berjanji akan menebus rasa sakit mu ini dengan kebahagiaan,my queen".Dengan mudahnya pria ini mengatakan soal kebahagiaan yang belum tentu ku dapatkan.Ingin rasanya aku menjambak rambutnya yang basah oleh keringat.Tapi aku tidak sanggup dan hanya tersenyum getir. Air mata ku malah semakin deras saat pria ini tanpa ampun dan tanpa seijin ku menggerus tempat suci ku yang terlarang bagi siapa pun.Terkecuali pemilik sesungguhnya,yaitu pria yang menjadi suami ku nanti.Aku ingin menjerit tapi tak kuasa saat pria ini mereguk nikmatnya kesucian ku sebagai wanita perawan.Ingin meronta tapi aku tak berdaya.Aku hanya meremas kain sprei yang mudah ku raih dengan sekuat tenaga ku sebagai pelampiasan kelemahan ku ini. Sial!.Cahaya temaram yang menyorot ku ini seakan menghipnotis suasananya menjadi semakin romantis dan intim sehingga membuat pria ini bersemangat memacu Mr P nya.Astaga!.Suara cicak yang merayap didinding lebih terdengar seperti suara tawa,seolah sedang menertawakan diri ku yang menjadi korban kebiadaban pria ini. Kenapa takdir ku semiris ini?.Aku datang ke kota besar yang dikenal metropolitan ini bukanlah untuk menjadi bud*k nafsu pria m*sum yang berhidung belang.Aku merantau ke Jakarta penuh dengan mimpi dan harapan.Aku ingin mengubah takdir ku dari garis kemiskinan demi terhindar dari segala hinaan.Tapi apa yang kudapatkan sekarang?.Sebuah pelecehan.Aku terjebak dengan pria m*sum yang tidak pernah ku kenal dan sangat asing. Ohhh Tuhan.Mengapa Tuhan memberi ku ujian seberat ini?.Ujian ini terlalu kejam untuk ku yang tanpa daya ini.Apa yang harus ku lakukan dan ku katakan saat aku menghadapi Bibi ku yang sudah merawat dan membesarkan ku nanti?.Ya Bibi yang selalu memberikan kasih sayang nya melebihi seorang lbu sepeninggal lbu ku yang sudah beristirahat dengan tenang didalam tempat peristirahatan nya yang terakhir.Sedangkan Ayah ku,entah dimana rimba nya sekarang.Aku tidak tau.Ayah pergi meninggalkan lbu ku demi wanita lain disaat lbu ku sedang mengandung ku didalam rahim nya. Kini hanya Bibi yang ku miliki di dunia ini setelah Nathan mencampakkan ku.Nathan oh Nathan.Kenapa Nathan pria yang ku cintai sedalam ini,tega memutuskan ku dihari jadi ikatan cinta kami yang ke tiga?.Oh,aku tidak habisnya berpikir jika Nathan setega itu pada ku.Sekarang entah kemana Nathan pergi?,dan siapa pria yang menc*mbui ku ini dengan brutal nya? Memikirkan dan mengalami semua ini,membuatku lelah dan menjadi mengantuk.Aku yang sudah tak sanggup menahan derita ini,memejamkan mata ku. * * * Saat sang Surya menyapu wajahku dengan sinarnya yang menghangatkan kulit ku,aku terbangun dari tidur ku yang lelap dan membuka mata ku. "Selamat pagi,sayang.Kamu sudah bangun?". Pagi yang sangat menyedihkan saat orang yang pertama ku lihat adalah pria yang semalam membabi-buta meremukkan tulang belulang ku hingga terasa hancur.Senyumannya yang syarat dengan kepuasan terlihat jelas di wajahnya yang autentik dan oriental.Campuran wajah orang Asia dan Eropa.Sungguh mengagumkan tapi menjijikkan. Aku turun dari ranjang laknat ini untuk menyambar pakaian ku yang tercerai berai dilantai dan memakai nya dengan cepat didepan pria ini yang tidak ku tau namanya.Tidak peduli pria ini menatap tubuh ku yang tanpa sehelai benang. "Aku harus pergi.Selamat tinggal!".Ya aku harus segera pergi dari tempat terkutuk ini yang menjadi saksi bisu kebrutalan pria ini saat mahkota yang paling berharga bagiku direnggut nya secara paksa. "Tidak boleh!.Kamu adalah milik ku sekarang,dan aku pemilik mu yang baru". Ingin rasanya aku menampar mulutnya yang asal bicara,tapi ku tahan dan hanya mengepalkan tangan ku.Miliknya?.Pemilik ku yang baru?.Yang benar saja.Aku bukan barang dagangan yang bisa diperjualbelikan di manapun.Aku hanya milik ku.Siapa pun tidak ada yang bisa memiliki ku tanpa ijin ku dan ijin Bibi.Tidak mungkin ku serahkan raga ku yang tersisa ini pada pria ini dan tidak pula pada Nathan. "Maaf.Anggap saja kita tidak pernah bertemu,dan aku akan melupakan kejadian tadi malam.Jangan pernah menampakkan diri mu lagi dihadapan ku,Tuan.Selamat tinggal!". "Aku bilang tidak boleh,ya tidak!".Tangan ku dicekal pria yang hanya berbalut handuk putih dipinggangnya dan bertelanjang d**a sehingga dapat kulihat dengan jelas d**a bidangnya yang ditumbuhi bulu halus dan perutnya yang six pack. "Apa hak mu melarang ku?,dan katakan!,siapa kau?". "Sudah ku katakan jika aku pemilik mu yang baru". "Tolong perjelas!.Aku tidak mengerti.Bagaimana aku bisa ada disini bersama mu?.Sebelumnya aku bersama kekasih ku direstoran". "Baiklah.Aku Nick dan asalkan kamu tau.Pria yang kamu sebut sebagai kekasih itu sudah menukarmu dengan uang 5 M.Mengerti?!". "Tidakkk!.Itu tidak mungkin.Kamu jangan asal menuduh Nathan.Dia tidak mungkin melakukan itu pada ku". "Baik.Silahkan cari saja pria pecundang itu yang mungkin sudah pergi jauh meninggalkan mu,dan membawa kabur uang dariku". "Ohhh....".Aku menutup mulut ku dengan tangan ku saat menahan sakit dan tangisku. Hatiku rasanya seperti dicabik-cabik.Terasa sakit,perih dan hancur berkeping-keping mendengar ucapan pria ini.Mengapa Nathan sekejam ini pada ku?.Apa salah dan dosa ku pada nya?.Tiga tahun ku berikan cinta ku dengan segenap hati ku pada nya.Tapi balasan nya hanya memberiku luka yang dalam tapi tidak berdarah. Kupikir Nathan telah mengurungkan niatnya untuk memutuskan jalinan cinta kami berdua,tapi nyatanya tidak.Nathan malah menjualku pada pria asing ini yang terlihat seperti seorang gigolo.Perlakuan Nathan pada ku ini tidak dapat ku maafkan dan takkan pernah ku lupakan.Nathan tak ubahnya dari seorang pembunuh dan bahkan lebih kejam dari itu.Ku anggap Nathan telah mati dan bukan pria yang ku cinta lagi.Akan ku hapus kenangan Nathan dalam memori kepala ku,selamanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD