Menahan Malu

1720 Words
"Bibir ini hanya boleh tersenyum, jangan ada air mata Hanni, kau akan bahagia banyak diluar sana yang menginginkan senyuman mu bukan air mata mu, Jadi jangan ada air mata lagi yang menetes dipipi mu dan tetap tersenyum.hmmm.. kau mengerti???" Sembari menyentuh bibir dan pipi Hanni lembut dengan tatapan mata yang lembut. Seakan terhipnotis perempuan itu hanya bisa mengangguk kecil. Tok...tok...tok... mereka tersadar karna ketekuk pintu nan besar itu..dan segera melepaskan tangan nya dari kedua bela pipi Hanni. "Iya .. silakan masuk" ujar CEO setelah memperbaiki posisi mereka. "Selamat pagi pak. Bapak ingin bertemu dengan saya??" ujar Aska "Iya. selamat pagi, silakan duduk Aska" mempersilakan dan stay cool. "Baik pak, terimakasih pak" duduk "ekhmmm... Baiklah aska" sembari duduk di sofa dan menghela nafas. Menyadari situasi Hanni hendak berjalan keluar ruangan, ketika melangkah ke arah pintu keluar. " Hanni kau mau kemana?? aku belum selesai dengan mu" ujar CEO Deg.... "Apa ini??? urusan apa?? aishh Hanni apa yang kau lakukan barusan??" ujar Hanni dalam hati sembari menoleh dan dengan mimik wajah yang dibuat seolah -seolah tenang . " Baik pak" tersenyum paksa dan melangkah menuju sofa. "Duduklah" mempersilakan " Baiklah Aska dan Hanni berhubungan kalian berdua sudah di sini. Saya akan menyampaikan maksud dan tujuan saya memanggil kalian berdua" menjeda ucapannya sebelum memulai percakapan selanjutnya. "Mhhffff.... Aku sudah tau aska mengambil proyek yang ku jalankan sekarang dan aku jadi pengangguran. Aku sudah tau itu pak " Dalam hati Hanni. " Aska kau ambil pekerjaan proyek Hotel Deluna yang di urus Hanni dan Hanni serahkan berkas-berkas itu pada Aska agar dia bisa mempelajari nya ." ujarnya. Hanni dan Aska "Baik pak" ujar mereka bersamaan. terlihat wajah perempuan itu sedih dan kecewa. Dan hal itu disadari oleh CEO. seutas senyum jail terukur dibibir sang CEO "Aku kerjain sedikit ahh, dipikir-pikir lucu juga melihat wajahnya yang cemberut seperti itu, Mengemaskan ingin ku cubit saja rasanya" Dalam hati CEO " Aska kau boleh keluar!!! " ujarnya sembari memperhatikan wajah Hanni yang masih di tekuk. " Terima kasih pak" ujar Aska " Hanni... apakah wajah ku ada di ubin itu?" memperhatikan wajah Hanni dalam "iya pak.." menjawab tanpa sadar. " Wah ... apakah wajah ku sama dengan ubin???" jailnya "iya pak" lesu dan tidak sadar juga "Ahhh... aakk... tidak pak!! maaf kan saya pak" tersadar nya. " Hanni seperti yang ku katakan tadi , kau berikan proyek itu pada Aska dan kau bereskan barang-barang mu" Ujarnya sembari tersenyum jail. " Baik pak" pasrah "Baiklah sekarang kau boleh keluar" ujar CEO Ketika Hanni akan keluar "Aahh.. Hanni ..." panggil nya tidak tega akan keusilan nya "iya pak" menoleh "Setelah kau membereskan barang-barang mu bawa keruangan samping itu??" menunjuk ruangan disamping CEO tersebut yang hanya berbataskan kaca. "hahhh... "binggung dan menautkan alisnya " Iya ruangan itu menjadi milik mu sekarang!!" Senyumnya " P...pa..pakkk iii..iii iituu ruangan sekretaris" gemetar dan terbata "Iya kaauu sekretaris ku Sekarang " ujar CEO melompat girang " ahhh.. terima kasih pak" sang CEO iti hanya tersenyum. Hanni pun berlalu keluar ruangan sang CEO * Melompat kegirangan dan memeluk rekan kerja nya monik. dan mencium pipi monik berkali-kali. "Yakkk... apa yang kau lakukan?? apa yang terjadi???" binggung dan ikut bahagia walaupun tidak tau apa yang membuat rekan nya ini begitu bahagia " Monik aku diangkat jadi sekretaris.." tersenyum "Wahhh ...(menutup mulutnya dan memeluk Hanni ) selamat Hanni kerja keras mu membuahkan hasil , aku senang... " mereka berdua melompat-lompat kegirangan. Diselah-selah kegirangan mereka tiba-tiba Hanni tersadar dengan yang kejadiannya di ruangan CEO nya itu, "Aahhhhh... apa yang aku lakukan tadi , aiskkekk kau bodoh Hanni, kenapa aku bertindak ceroboh begitu, kenapa aku menceritakan masalahku ke pak CEO??? apa yang dia fikir kan tentang ku?? dia akan berpikir aku perempuan yang leluasan bercerita kesemua pria agar menarik simpati nya??? aiskkk Hanni kau bodoh sekali," dalam hati dan Merasa malu. Terduduk lemas di kursi " Kau telah mempermalukan diri mu Hanni dan dimana harga dirimu Hanni?? Dan dan annn kau akan bertemu dengan nya setiap hari sekarang hik hiks hikss . Hanni ...habislah kau.." dalam hati "aaahhhhhhhhkkkk......" berteriak frustasi dengan mengentak hentakkan kaki nya . "yakkkk... kau membuat semua orang terkejut. apa yang kau lakukan??" terkejut nya Monik dengan tingkah konyol rekan nya tersebut. "Monikkkk.... apa yang harus aku lakukan sekarang" merengek seperti anak balita. "apa lagi bereskan barang-barang mu dan pindah keruangan baru mu" ujar Monik tersenyum. "Aiskk.... (mengacak-acak rambutnya dan menidurkan kepala nya di meja) kau tidak mengerti " ujarnya. "Apa yang tidak ku mengerti??? aiskkk... kau ini aneh sekali " binggung dengan tingkah rekannya itu. * kring...kring...kring... Diruangan baru itu terdengar deringan telpon. "Aiskkkk.....aku harus apa??." memperhatikan telpon dimeja kerjanya. kring .....kring...kring... untuk kesekian kali nya telpon itu berbunyi. "aiskk..(sembari mengangkat telpon) haa... hal...lo pak."gugup " Keruangan ku sekarang " nada yang dingin dan wajah kesal. "Baik pak ( meletakkan telpon) mati lah kau Hanni" merutuki diri sendiri. * "Sayang kau kemana saja kenapa lama sekali mengangkat telpon ku??, Apa kau tidak merindukan aku???" manjanya "Maaf Sally saat ini aku sedang sibuk, pekerjaan ku banyak dan sebentar lagi aku meeting dengan klain ku , karna kasusnya kali ini lumayan berat" Jengah dengan sikap sang kekasih. " ohhhh... jadi kamu lebih pentingkan klain mu itu di bandingkan aku??" kesalnya "Kenapa kau tidak mengerti sama sekali? aku sedang sibuk, klian ku banyak kenapa kau tidak pengertian seperti Hanni?? Hanni tidak pernah seperti ini dia selalu pengertian dan kau.. aiskk sudah lah" jengahnya "Yak... yakkk. kau membandingkan aku dengan mantan mu itu, aku tidak terima" Kesal. "Ak..hhh.. Sa..sayanggg bukan begitu maksudku (tersadar akan perkataan nya) maaf sayang mengerti lah aku akhir-akhir ini sedang sibuk jadi tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan mu." Sesalnya "Aku kesal kenapa kau membanding-bandingkan aku dengan dia, aku tidak suka" cemberut "Sayang maaf ya aku tidak akan mengulangi nya lagi, sekarang sebagai permintaan maaf ku aku akan transfer uang belanja untuk mu ya,??? pergilah berbelanja seperti nya kau butuh hiburan" bujuknya "Aaahhhh... baik sayang, seperti y kau benar aku butuh belanja, terima kasih sayang bye...bye..." Senang nya karna di beri uang belanja. Setelah mengakhiri panggilan dengan sang kekasih. "Memang itu yang aku butuhkan sedari tadi, aku hanya butuh uang mu yoga. Baiklah sally kita bersenang-senang" Girang nya perempuan matrei itu. * "Hufttt...(Helaaan nafas yoga benar-benar terasa berat, seperti begitu banyak beban yang sedang ia pikul saat ini)... Hanni kau sedang apa sekarang?? aku merindukan mu. (tersadar) Apa yang aku fikirkan, sudah lah" Melanjutkan pekerjaan nya * Tok tok tok "Bapak memanggil saya??" menunduk "Iya ... Hanni jadwal saya hari apa saja??" "Hmm... Jadwal bapak hari ini meeting dengan tuan Hazel yang dari perusahaan UNIER pak dan siang nya beliau minta di temani untuk makan siang pak" membaca jadwal hari ini. Jimmy memperhatikan wajah Hanni lekat sedang kan sang empu hanya menunduk tidak berani mengangkat kepala nya karna malu akan tindakannya tadi pagi. Hal itu di sadari oleh Jimmy. Dan Jimmy hanya tersenyum manis melihat tingka sang puan. "Ada lagi??" "Tidak pak." " Apa yang kau lihat???" jailnya " Hah??" merasa binggung dan spontan mengangkat kepalanya "Apa yang kau lihat dibawah sana?? apa ada aku disana???" usilnya "Ahhh... tidak pak a..a....aa..ku, aku hanya" terlihat binggung ingin berkata apa. tanpa sadar Jimmy berkata "Cute...(tersenyum manis)" "aa...aapa pak???" terkejut dengan ucapan Jimmy. "Aaahhh tidak ada apa-apa (tersadar atas kata-katanya) baik lah siapkan berkas meeting kita dan setengah jam lagi kita berangkat kau mengerti??" mengalihkan pembicaraan. * "Selamat siang tuan Hazel?? Bagaimana kabarmu??" menyapa "Selamat siang Tuan Jimmy. Tentu saja kabar saya baik" Ramahny dan tersenyum "Baiklah mari kita mulai meeting nya" "Baik lah tuan Hazel" Setelah beberapa jam mereka meting dan tibalah di penghujung mereka menyepakati kerja sama dan sekarang mereka dalam perjalanan ke restoran yang direkomendasikan oleh Jimmy. * Sesampainya di Restoran "Rekomendasi makanan yang best seller disini" Ujar Hazel "Oke .. Sekretaris Hanni??" ujar Jimmy " Ahk... Iya pak. (Canggung) Maaf tuan Hazel apakah kau punya alergi dan makanan olahan apa yang kau suka??" tanyanya dengan elegan dan berwibawa dengan sopan dan tentu saja lembut. siapa pun akan menyukainya. "Owhh... tentu saja tidak sekretaris Hanni dan saya suka segala nya saya ini pemakan segala sekretaris Hanni hehehe" Ramah dan tersenyum senang. "Hahah kau bisa saja tuan ..." senyumnya Jimmy "Hahaah...Hmm.. baiklah kalau begitu, saya rekomendasikan Bruschetta dan Foie gras sebagai makan pembuka nya kemudian Mushroom Soup. hmmm... selanjutnya hidangan utamanya First Lobster ravioli dan Truffle pasta (memilih menu dengan cermat dan teliti , tentu saja hal itu tidak luput dari pandangan mata Jimmy sang CEO) dan pendampingnya Polenta hmmm... untuk dessertnya lemon creme brulee, gelato dan Tiramisu. Untuk minuman nya Tuan mau minuman seperti apa??" mengangkat kepala dan baru menyedari bahwa kedua pria itu sedang menatap Hanni kagum. Karna itu Hanni sedkit gugup dan canggung. " Apapun yang kau rekomendasi kan Sekretaris Hanni " Ucap tuan Hezel.. "Aa... tuan Jimmy??," canggung Hanni sementara yang ditanya hanya diam dan terus memandang Hanni dengan wajah datarnya. " Tuan.." Tepuk kecil di bahu Jimmy oleh tuan Hazel. "Aahhh... " tersadarnya dan binggung akan pembicaraan tersebut. Menyadari hal itu Hanni mengulang pertanyaan nya kembali "Kau mau pesan minuman apa??" ulang Hanni "Ahh.... terserah kau saja" stay cool walau sebenarnya iya sedikit malu karna ketauan sedang tidak fokus. " aahhh baiklah... Fruit Punch, Berry Sparkler dan Apple Mint Juice, Tuan Hazel dan pak Jimmy ada tambahan???" Menatap mereka secara bergantian "Tidak ada" Tuan Hazel. sementara Sang CEO hanya mengeleng dan berusaha terlihat biasa dan stay cool tentunya. * Dalam Hati CEO Jimmy "Aiskk.... sial .. kenapa aku kecolongan begini , buat malu saja , Jimmy kau harus terlihat cool dan berwibawa jangan mempermalukan diri sendiri dan jantung berhentilah berdebar" Lamunan itu buyar ketika Hanni izin ke toilet "Permisi saya izin ke toilet dulu" Ujar Hanni sambil berdiri sesungguhnya Hanni juga dalam kondisi malu akan kejadian tadi pagi, dia berusaha terlihat biasa saja di depan CEO nya itu. selepas kepergian Hanni. " Sekretaris Hanni cantik bukan tuan Jim" Memancing karna ia sadar akan tatapan tuan jimmy kepada Hanni " Aahhh... Iya sangat Cantik" tidak mengalihkan pandangan mata Jimmy ke arah Hanni berjalan. "Hahhaha... Benar sangat cantik , " Usilnya dan merasa senang. Tersadar" Akkk... aa.. a.. (mengaruk kepalanya yang tidak gatal) Tuan Haz bukan begitu maksudku, maksud ku...aa...aa" kikuknya. * " Hanni..." Panggilnya. Hanni menoleh dan betapa terkejutnya Hanni akan kehadiran irang tersebut . "Ka..aauu.. a..aa..apa yang kau lakukan disini??" Orang itu hanya tersenyum manis tetapi terlihat menakutkan dimata Hanni .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD