“Sayang.” Panggilan itu sukses membuat lamunan Zahra terbuyar. Ponsel yang sejak tadi bergetar, wanita itu abaikan. Bahkan panggilan suaminya juga. Entah apa yang tengah wanita hamil itu rasakan. Sepertinya perasaannya sedang kacau dan tidak baik-baik saja. “Kok udah pulang? Masih jam sepuluh ini.” tanya Zahra. Dia tidak bangkit mendekatkan suaminya. Karena kehamilan kembarnya membuat aktivitasnya sedikit terganggu. Apalagi sekarang sudah memasuki usia kandungan 5 bulan. Tapi karena hamil kembar, seperti terlihat 8 bulan. “Kamu melewatkan jadwal kontrol kandungan sayang. Kenapa?” tanya Zen. Pria itu ikut duduk disamping istrinya. Tangannya bergerak mengelus perut buncit istrinya, “Mereka baik-baik aja kan? Gak buat kamu kecapekan?” “Sama sekali enggak kok mas.” “Kenapa kamu melewatk

