Selesai menikmati senja berakhir dengan suasana indah, Abi mengantar pulang Jelita untuk hari ini ia cukupkan semoga hari esok bisa Abi rangkai dengan baik sebelum panggilan pekerjaan kembali merongrongnya. Lima tahun Abi membawa burung besi itu mengusara baru kali ini Abi merasakan rasa malas akan kembali bekerja, efek Jelita untuk Abi sungguh luar biasa, bisa-bisanya pilot teladan seperti dirinya merasakan enggan untuk kembai menjalankan tugasnya. Bagaimana nanti saat mereka sudah menikah—mungkin Abi juga enggan meninggalkan Jelita untuk berada di jauh pada jangkuannya—itu hanya sebuah halusinasi indah Abi yang saat ini sedang melintas dengan kurang ajar, memiliki untuk dirinya saja malah sudah mengkhayalkan bila Jelita dan dirinya sudah berada di hubungan sah dimata Tuhan dan Negara?

