Abi tahu bahwa waktunya memang ngaret dan ia terlambat menjemput Jelita bahkan meski Abi yakin toko sudah tutup ia nekat melaju ke arah toko. Abi menyayangkan dirinya yang begitu molor dalam tidur nyenyaknya. Dan benar saja hanya toko yang sudah tutup dan sepi yang ia jumpai, Abi sengaja tetap ke toko jaga-jaga bila Senja menunggunya disana tapi sepertinya Abi di sakiti oleh ekspetasinya bahwa Jelita tak menunggunya disana. Padahal Abi berharap bahwa Jelita masih menunggunya disana tapi ternyata kepergiannya yang hampir tiga minggu itu tak membuat Jelita sadar bahwa ia benar-benar ingin memiliki Jelita. “sial!” "Ini keknya yang lama-lama bodoh gue deh ngarep sama orang yang enggak ngarepin gue balik." "Baru kali ini gue di tolak wanita mentah-mentah meski nggak di depan gue." “Selama

