Jelita tak pernah habis fikir dengan kenekatan laki-laki yang sedang lahap memakan sarapan paginya tepatnya di meja makan mungil di rumah Jelita, iya setelah Sadana pamit untuk bekerja karna ada pekerjaan bengkel yang harus segera ia selesaikan dan meminta Jelita mengajak Abi untuk sarapan bersama setelah semalam Abi memaksakan dirinua untuk tidur di dalam mobilnya bukannya pulang dan tidur di rumah. Untungnya Jelita memasak sarapan pagi itu cukup banyak mengingat ia hidup dengan dua laki-laki yang perutnya memang memiliki kapasitas besar. Jelita menemani Abi yang sedang lahap menikmati makanannya, sembari mencuri lirik ke arah Jelita, ia takjub dengan kelahapan Abi sebegitunya laki-laki di serbangnya itu lapar, bahkan makanan di piringnya saja belum berkurang seperti milik Abi. “Awas j

