Naraya mencengkram baju Nagara erat seakan-akan dirinya sedang meluapkan sedih, kecewa dan perasaan terlukanya sementara Nagara yang melihat kembarannya seperti ini membuatnya tak bisa melakukan banyak hal selain menepuk-nepuk punggung Naraya lembut agar ia merasa tenang dan jauh lebih baik. Tak lama disaat perasaannya terasa campur aduk malah membuat Naraya mempertanyakan hal konyol menurut Nagara, karena tak biasanya kembarannya bertanya hal begini sedangkan Naraya yang ditanya kembarannya membuat Naraya menyahutinya dengan lembut. "Na ... kenapa sabar itu gak keliatan ya? Andai sabar itu terlihat mungkin orang-orang lebih bisa menghargai usaha kita apa ya? Sebenernya kita tuh salah apa ya Nagara?" tanya Naraya sedih. "Sabar itu kan sifat atau perasaan dihati Naraya, gimana caranya k

