bab 1.kematian yang konyol
seorang pemuda terliahtr sedang membaca sebuah novel ,sangat terlihat dari sorot matany ayang menunjukkan kebosanan,
bruk
ia membuang novel itu ke lentai setelah dia membacanya.jujur saja,dia terkadang sangat ingin masuk ke dalam novel dan menjadi penjahat,entahlah jika semua orang memilih menjadi pahlawan.maka dirinya akan memilih sebagai penjahat.penjahat itu sangat keren.kebanyakan dari cerita novel yang ia baca,penjahat lahir dari kluarga bangsawan yang kuat dan bergelimang harta.
"aku sangat malas dengan dunia ini?ajy ingin,mati"gumamnya
ia melihat sebuah pisau buah di debelah nya.kemudian ia menggores jarinya,darahnya meneteskan dqarah segar.
dia tak ambil pusing,ia mulai menggambar sebuah run aneh di lantai menggunakan jariny ayang terluka itu.kemudian ia membacakan mantra.
"sang penguasa dunia bawa,sang lucifer yang agung.aku memanggilmu ,aku membpersembahkan darahku kepadasmu.ijinkna aku hidup di duni ayang aku inginkan"
selang beberapa menit masih tak terjadi apa apa,ia menghela nafas dan menusuk kan pisau itu ke jantungnya dan ia pun terjatuh di atas lingkaran yang ia gambar tad,darah kluar dari tubuhnya memenuhi lingkaran yang dia gambar tadi.kemudian cahaya itu bersinar terang dan membuat tubuh nya menghilang.
seorang bayi yang kini masih terlihat kesusahan untuk berdiri terlihat kebingungan.tempat apa ini,kenapa dirinya di sini.
bayi itu melihat ke sana ke mari,gelap sangat gelap.lalu ia mendengar suar ayang berat.
"kael Tenebris,apa yang sedang kaou lakukan?"
"kael tenebridis?...aku benar benar masuk ke dunia lain?hahahha haha itu bagus"kemudian ia mengingat cerita nvel kesukaanya yaitu over power cerita yang dimana seorang bocah miskin menjadi pahlawan karna mendapatkan sebuah sistem .dan yang di tempatinya saad ini adlah kael tenebris,seorang penjahat yang mati di pertengahan chapter dan menjadi batu loncatan sang pahlawan.ia mengingat cerita tenebris yang pernah dia baca waktu itu.
Keluarga Tenebris lahir jauh sebelum nama kerajaan pertama ditulis dalam sejarah. Di utara dunia, tempat salju turun tanpa henti dan matahari hanya singgah sebentar sebelum kembali tenggelam, manusia tidak hidup—mereka bertahan. Di tanah itu, hanya ada dua pilihan: menjadi kuat, atau menghilang.
Leluhur pertama Tenebris adalah Aldric, seorang pendekar yang dibuang oleh kerajaan selatan karena dianggap terlalu kejam dan tak terkendali. Ia tidak mencari pengampunan. Ia berjalan ke utara, ke wilayah yang bahkan tentara kerajaan enggan injak. Di sanalah Aldric memahami satu kebenaran mutlak: hukum, darah bangsawan, dan moral tidak memiliki arti jika seseorang tidak punya kekuatan untuk mempertahankannya.
Aldric mengumpulkan orang-orang sepertinya—anak-anak yang dibuang, prajurit yang dikhianati, pembunuh yang tidak lagi memiliki tempat. Mereka tidak disatukan oleh rasa keluarga, melainkan oleh satu sumpah dingin: yang lemah tidak berhak hidup di antara mereka. Malam ketika sumpah itu diucapkan, salju berubah hitam oleh darah, dan nama Tenebris pertama kali digunakan sebagai simbol kegelapan yang dipilih dengan sadar.
Tenebris tidak menaklukkan utara dengan jumlah, melainkan dengan seleksi. Monster-monster tingkat tinggi yang berkeliaran dijadikan ujian. Siapa pun yang tidak mampu bertahan, mati. Yang bertahan, ditempa kembali hingga tubuh dan pikirannya menyatu dengan dingin. Dari proses itu lahir gaya bertarung pedang hitam—teknik yang tidak mengandalkan emosi, hanya efisiensi, ketepatan, dan niat membunuh yang bersih.
Wilayah utara perlahan tunduk, bukan karena diperintah, melainkan karena takut. Jalur perdagangan dibuka dan ditutup sesuka Tenebris. Monster besar menghilang satu per satu. Salju menjadi saksi bahwa setiap makhluk yang cukup bodoh untuk mengklaim wilayah itu tanpa izin, tidak pernah kembali.
Dalam keluarga Tenebris, darah tidak berarti apa-apa. Anak diuji sejak mampu berdiri. Tidak ada hak istimewa bagi putra atau saudara. Jika tidak memiliki bakat, mereka dikeluarkan tanpa nama, tanpa perlindungan, tanpa kesempatan kedua. Banyak yang menyebutnya kejam. Tenebris menyebutnya perlu. Clan ini memilih untuk kecil, karena hanya yang layak yang boleh menyandang nama mereka.
Nama Tenebris mulai ditakuti ketika naga pertama mati. Skathryx, naga es purba yang telah menghancurkan benteng dan pasukan kerajaan, turun ke utara. Kerajaan mengirim utusan, meminta bantuan. Tenebris tidak menjawab. Mereka bergerak. Tidak ada pasukan besar. Hanya segelintir eksekutor.
Pertarungan berlangsung di tengah badai yang tidak berhenti berhari-hari. Pedang hitam menembus sisik yang dianggap abadi. Ketika Skathryx akhirnya tumbang, kepala naganya dipasang di perbatasan utara sebagai peringatan. Sejak saat itu, dunia mengerti bahwa Tenebris bukan legenda—mereka adalah pembunuh naga.
Kerajaan selatan tidak tinggal diam. Mereka mencoba memusnahkan Tenebris dengan perang terbuka, dengan pengepungan, dengan pengkhianatan dari dalam. Semuanya gagal. Pasukan besar mati oleh dingin sebelum bertarung. Pengkhianat tidak pernah sempat berbicara. Tenebris tidak bergantung pada satu pemimpin; setiap anggota adalah senjata yang siap menggantikan yang gugur.
Setiap perang justru membuat mereka lebih tajam. Kekalahan tidak memusnahkan Tenebris—ia menyaring. Yang mati dilupakan. Yang hidup menjadi lebih kuat.
Kini, Tenebris berdiri sebagai kekuatan absolut di utara. Mereka tidak memakai mahkota, tidak duduk di singgasana kerajaan, dan tidak membutuhkan pengakuan. para penguasa dan keluarga bangsawan memilih bernegosiasi, bukan memerintah. Monster memilih menjauh, bukan menyerang.
Ada satu kebenaran yang dikenal semua pihak: Tenebris tidak pernah runtuh. Mereka hanya menjadi lebih sedikit, lebih dingin, dan jauh lebih mematikan.
Keberadaan Tenebris akhirnya sampai ke meja batu bangsawan Lionhart. Para bangsawan menyebut mereka kutukan, para jenderal menyebut mereka ancaman, dan para pendeta menyebut mereka kesesatan. Namun raja Leon Hart tahu satu hal yang tidak berani diucapkan siapa pun: wilayah utara yang diklaim sebagai bagian dari kerajaan hanya bertahan karena Tenebris mengizinkannya.
Dalam ruang sidang yang hangat oleh perapian, nama Tenebris diucapkan dengan suara rendah. Laporan tentang naga yang mati, monster yang menghilang, dan pasukan kerajaan yang tak pernah kembali dari utara menjadi bukti yang tak terbantahkan. Mengirim perang berarti bunuh diri. Mengabaikan mereka berarti membiarkan kekuatan liar tumbuh tanpa kendali.
Akhirnya, raja Leon Hart memilih jalan yang tidak pernah diambil pendahulunya: negosiasi.
Utusan kerajaan berjalan menembus salju, bukan membawa ancaman, melainkan pengakuan. Pertemuan terjadi di perbatasan beku, tanpa singgasana, tanpa upacara. Tenebris tidak berlutut, dan kerajaan tidak memerintah. Yang ada hanya kesepakatan dingin antara dua kekuatan yang saling memahami harga perang.
Kesepakatan itu sederhana dan kejam. Tenebris tetap menguasai utara sepenuhnya. keluarga bangsawan Lionhart mengakui wilayah tersebut sebagai tanah otonom yang tidak boleh disentuh pasukan kerajaan. Sebagai gantinya, Tenebris berjanji akan mengirim pasukan eksekutor jika terjadi perang antar-kerajaan yang mengancam keseimbangan, atau jika demon dan bencana yang berada di luar kemampuan manusia menyerang dunia.
Tenebris tidak menjanjikan kesetiaan. Mereka hanya menjanjikan hasil. Mereka akan bergerak hanya jika ancaman itu nyata, dan hanya jika kekuatan mereka memang diperlukan. Jika perang hanyalah ambisi raja, Tenebris tidak akan turun tangan.
Sejak hari itu, utara bukan lagi wilayah liar, melainkan tameng terakhir. Ketika demon muncul di perbatasan, bayangan pedang hitam bergerak lebih dulu dari pasukan kerajaan. Ketika bencana membelah tanah dan membekukan kota, Tenebris turun tanpa perintah, lalu menghilang tanpa pujian.
Kerajaan-kerajaan lain mulai mendengar cerita itu. Mereka menyadari bahwa Leon Hart tidak memiliki Tenebris sebagai bawahan, melainkan sebagai penyeimbang. Ketakutan pun menyebar. Beberapa kerajaan mencoba menjalin hubungan serupa. Beberapa memilih membangun aliansi. Dan beberapa—yang paling bodoh—mulai merencanakan cara memusnahkan Tenebris.
Namun satu pelajaran telah tercatat jelas dalam sejarah: Tenebris tidak berdiri di bawah panji mana pun. Mereka berdiri di samping dunia, sebagai kekuatan yang hanya bergerak ketika kehancuran benar-benar membutuhkan mereka.
Dalam tatanan bangsawan Lionhart, kekuasaan tidak dipegang oleh satu darah tunggal. Lionhart adalah payung bagi keluarga-keluarga bangsawan besar yang masing-masing memegang satu pilar kekuatan. Mereka hidup dalam keseimbangan rapuh, saling membutuhkan, namun saling mencurigai.
Ada keluarga Arcanis, para mage murni yang menguasai sihir tingkat tinggi dan ritual kuno. Mereka memandang Tenebris sebagai anomali—kekuatan tanpa mana yang mampu membunuh makhluk yang tak bisa disentuh sihir biasa.
Ada keluarga Veylshade, bangsawan pembunuh yang bergerak dalam bayangan. Mereka menghormati Tenebris, bukan karena kesetiaan, melainkan karena metode mereka sama: efisiensi dan kematian yang senyap.
Ada keluarga Garnhald, pengguna tombak dan senjata jarak menengah, terkenal dengan formasi perang yang tak pernah runtuh. Bagi mereka, Tenebris adalah standar tertinggi kekuatan individual—sesuatu yang tidak bisa ditiru oleh disiplin militer.
Ada keluarga Bastion, bangsawan yang menjadikan tubuh mereka sendiri sebagai senjata. Kulit diperkeras, tulang ditempa, dan rasa sakit dihapus. Mereka memandang Tenebris sebagai rival alami.
Dan ada keluarga Alchemor, para peracik obat, racun, dan eliksir yang menopang semua kekuatan Lionhart. Mereka adalah satu-satunya yang berani bernegosiasi langsung dengan Tenebris tanpa pengawal.
Ketika kesepakatan dengan Tenebris diumumkan, reaksi para bangsawan terbelah. Arcanis ingin mengikat Tenebris dengan kontrak sihir. Veylshade ingin mempelajari cara mereka bertahan di utara. Garnhald ingin mengukur mereka di medan perang. Bastion ingin menguji siapa yang lebih kuat. Alchemor hanya melihat satu hal: kelangsungan dunia.
Kesepakatan itu tetap berlaku. Tenebris akan bergerak jika perang antar-bangsawan mengancam kehancuran luas, jika demon menembus batas dunia, atau jika bencana melampaui kendali manusia. Di luar itu, mereka tidak terikat apa pun.
Sejak saat itu, keseimbangan berubah. Tidak ada keluarga bangsawan yang berani bergerak terlalu jauh. Karena mereka tahu, jika Tenebris turun tangan, maka sejarah akan ditulis ulang—bukan oleh hukum, bukan oleh darah bangsawan, melainkan oleh kekuatan murni.
kalau tidak salah ini badalah ujian yang di berikan oleh kepala kluarga tenebris untuk anak yang baru saja bisa berdiri.
kael berjalan perlahan di depannya ada sebuah kolam es yang bersinar biru.
kael tau,itu adlah air berisikan darah nag ayang telah di bunuh oleh pendiri tenebris,yaitru andric dan nag ayang di bunuh adalah Skathryx naga purba yang menghancurkan kerajaan tetangga .namun harus mati di tangan sang pendiri.
kael tersenyum senang di apun berjalan cepat dan segera menyelam.dia tak menyia nyiakan kesempatan emas ini,sebisa mungkin ia bertahan ,ia meminum air bercamnpur darah naga itu.
sedangkan di luar sana.kumpulan anggota kluarga tenebris mengangkat bibir mereka.
"wah wah kakak,anakmu yanbg kecil ternyat asedikit rakus juga,lihat lah dia berniart menghabiskan kolam abadi itu" ucap gal dari di visi kaveleri wyvrin , sekaligus pemimpin di visi wyvrin.
"haha kit amendapatkan permata kakak" ucap luna tenebrisdari di visi pengintai sekaligus peimpin di visi.
"bagai mana menurutmu knox? ucap luna" sednagan sosok knox muncul dari bayangan,wajahny atertutupi oleh masker dn tubuhnya tertutupi oleh jubah yang sudah terlihat robek.dia adlah knox tenebris dari di visi shadow kill sekaligus pemimpin disivisi.
"entahlah ,aku hany amerasa di akan sering bertemu dengankyu di masa depan"
" apa kou berniat merebut nya dariku knox?" ucpa gal yang kini sudah mengeluarkan niat membunuh
"kou terlihat sangat yakin dengan perkataan mu,biarlah kael kecil yang menentukan itu." ucap luna mengeluarkan aur amempesonanya
"enyah lah jalang" uvap gal
" kalian ini brisik sekali,lihat apa yang bocah itu lakukan ucap karel tenebris dengan senyuman di bibirnya.
knox masih menyelam hingga 10menit berlalu hing apada akhirnya dia kluar dengan nafas terengah engah.
" ha ha ha ha ,sial seharusnya seidkit lagi bisa.tapi lihatlah sekarang,tubuh bayi ini sudah mulai berevolusi.sekarang aku tidak bergetar saat berjalan ,dan berkat air campuran darah naga,aku menjadi kebal racun dan meridianku mulai terbentuk."
sesss
suara desiran ular terdengar,kael terlihat sedang duduk,ia membuang nafas pelan.ular adalah hewan yang mengandalkan panas di sekitarnya,tubuhny akini masih bayi,kalau dia besikap tenang ular itu akan mendekatiny adan saat itu lah ia membunuhnya.
terlihat ular bertanduk di kepalanya mendekati kael,lidhanya memelet mendeteksui panas samar dari tubuh kael.saat ular itu mendekat.tangan kael tiba tiba memegang kepalanya dan kael mengigit kepala itu dengan giginy ayang baru tumbuh karnb aefek ia meminum air kolam.
" hahh,lihatlah kael sangat cocok dengan ku,dia mengandalkan energi panasnya dan berhasil membunuh ular itu,dia sangat cocok dengan pasukan pengintai ku kak,erikan kael kepadaku" ucap luna