Possesive Prince || 17

501 Words
⚠️Adegan sadis⚠️ ______ Prince tersenyum miring melihat seorang perempuan sexy yang menjadi targetnya malam ini. Pisau di dalam saku jaketnya bergetar hebat, seolah tidak sabar untuk beraksi. Perempuan itu terlihat sempoyongan keluar dari club' malam. Prince tetap berdiri di dalam kegelapan, mengintai mangsanya dari sana. Mengikuti perempuan itu dalam diam dan tanpa menimbulkan langkah kaki sedikit pun. Sebagian wajahnya tertutup oleh masker dan kepalanya ditutup oleh tudung jaket. Terlihat sangat misterius. Prince refleks bersembunyi di balik tiang kala perempuan itu tiba-tiba berbalik. Pria tampan itu menyeringai melihat mangsanya mulai menyadari kehadirannya. Nafas berat dan tak beraturan mangsanya semakin membuat Prince merasa bahagia. Mangsanya telah ketakutan. Perempuan itu berlari kencang. Prince tetap mengikuti dengan santai dari belakang. Punggung terbuka mangsanya yang berlari di depannya membuatnya tersenyum geli. "Teruslah berlari, jangan sampai aku menangkapmu." Membuat suara yang berbeda. Suara yang terdengar lebih berat dan menakutkan. Terbukti dari perempuan yang semakin berlari kencang sambil bergetar ketakutan itu. Prince tertawa melihat perempuan itu tiba-tiba tersungkur di tanah. Perempuan itu tidak bisa kabur lagi karena mereka berada di jalan buntu. "Siapa kau? Kenapa kau mengikutiku?!" Tanya perempuan itu takut setengah mati. Nada bicaranya saja terdengar sangat bergetar. "Aku hanya ingin bermain-main denganmu." Jawab Prince menyeringai sambil mengeluarkan pisaunya, mendekati tubuh perempuan yang semakin merapat ke dinding. "Jangan sakiti aku! Aku mohon!!" Perempuan itu terus memohon. Permohonan yang membuat Prince semakin b*******h untuk menyiksanya. "Apa salahku padamu hingga kau ingin mencelakaiku?" Perempuan itu bertanya putus asa kala Prince berdiri menjulang tinggi tepat di depannya. "Salahmu adalah bernafas di dunia ini." Prince berjongkok dan membelai pipi mangsanya dengan pisau. "Menjerit lah sepuasmu saat kita bermain nanti. Aku tidak akan melarangmu melakukan hal itu." Kekehnya. Perempuan itu terlihat sangat ketakutan melihat pisau kecil yang sangat mengkilap itu. Merasa nyawanya akan benar-benar terancam, perempuan itu mendorong d**a Prince kuat dan berusaha kabur lagi tapi Prince tidak membiarkan hal itu terjadi. Prince memegang kedua kaki perempuan itu dan menariknya kuat hingga perempuan tersebut terlentang di tanah. Perempuan itu memekik kesakitan kala Prince mematahkan kedua kakinya dengan mudah. "Psikopatt!! Lepaskan aku!!!" Jeritnya histeris ketika betisnya ditusuk dengan pisau. Tidak hanya sampai di sana, pisau itu masuk ke dalam kulitnya dan menggores sampai ke telapak kakinya. Tubuhnya terasa lemah saking sakitnya luka yang diberikan Prince. "Lepaskan aku, kumohon." Mohonnya tersedu-sedu tapi Prince tidak merasa kasihan sedikit pun. Prince duduk di atas perut perempuan malang itu dan menyayat wajah cantiknya tanpa ampun. Tidak peduli dengan teriakan dan jeritan histeris memilukan itu. Pisau Prince bergerak turun, menyayat leher mangsanya tampan ampun hingga meninggal di tempat tapi seolah tidak puas, laki-laki itu mengeluarkan seluruh isi perut mangsanya dan baru lah meninggalkan jasad menyedihkan mangsanya begitu saja. Prince meninggalkan tempat itu dan menyuruh orang kepercayaannya untuk membersihkan jejaknya, mulai dari mayat sampai cctv. Perasaan pria itu benar-benar sangat lega telah membunuh orang. Ia pergi ke tempat perkumpulannya dan rekan kerjanya untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Ia tidak ingin Roselyn melihat tubuhnya yang penuh darah. Ia tidak ingin membuat gadisnya ketakutan dan berusaha kabur dari dalam genggamannya. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD