Mulai Merasa Bersalah

1073 Words
Satu jam sebelumnya. Di saat Rhea meninggalkan perusahaan Start-up dan menyeberangi jalan menuju restoran yang ada di depan perusahaan. Saat itu juga, Ethan keluar dengan memakai masker. Lalu ia segera mengendarai sebuah motor Mv Agusta yang terparkir di samping mobilnya dan melaju dengan kecepatan tingga entah ke mana. Sehingga saat Rhea sedang mengawasi perusahaan ia sama semakin tak bisa menemukan suaminya keluar di tambah mobil suaminya masih terus terparkir di depan perusahaan tanpa ada yang menggunakannya. Di saat Ethan mendapatkan pesan berupa foto istrinya dari seseorang yang ia kenal, saat itulah Ethan panik dan segera membalik arah motornya menuju restoran yang ada di depan perusahaannya. Tak ingin ada orang yang mengenalinya, Ethan memarkirkan motornya di bagian belakang. Kemudian bergegas masuk melalui pintu belakang restoran, saat itulah ia menemukan istrinya sedang makan seorang diri di mejanya. “Dia mengerjaiku,” batin Ethan kesal. Tak membutuhkan waktu yang lama, ponselnya berdering. “Daniel,” desis Ethan marah. “Kenapa? Bukankah kau bilang kau tidak suka istrimu? Lalu kenapa kau begitu marah?” “Sudah aku bilang jangan menyentuh istriku.” “Istrimu lumayan cantik loh. Jika kau tidak suka maka berikan padaku.” “Tidak akan.” “Lebih baik kau segera jujur padanya, jika kau adalah seorang pembunuh.” “Berhenti mencampuri urusanku,” kata Ethan kesal lalu mematikan ponselnya secara sepihak. Ethan pun memperhatikan Rhea dari kejauhan. “Tidak mungkin aku menyukainya,” batin Ethan dan mengepalkan tangannya. *** Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam saat Ethan kembali ke rumah. Saat ia tiba di ruang tamu, ia langsung mencium aroma yang sangat mengunggah selera. Seharian tadi ia belum sempat makan, dan saat mencium aroma masakan membuatnya sangat kelaparan. Tanpa sadar Ethan pun melangkah menuju ruang makan dan menemukan ada banyak hidangan tersaji di atas meja. Saat ia menyentuh mangkuk sayur, ia menyadari jika masakan itu baru saja selesai di masak oleh istrinya. “Ayo makan. Kau pasti lapar.” Tiba-tiba istrinya datang dan membuatnya kaget. “Tidak, aku tidak lapar,” jawab Ethan cepat dan meninggalkan ruang makan membuat Rhea hanya bisa menghela napas dengan sikap Ethan yang masih saja dingin padanya. Ethan kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur, ia pun menatap langit-langit kamarnya dan kembali teringat akan perkataan Daniel tadi siang. “Tidak mungkin aku menyukainya. Aku menikah hanya ingin memastikan dia tidak akan membocorkan rahasiaku.” Ethan pun membalikkan tubuhnya dan mencoba untuk melupakan perkataan Daniel tadi siang. Hingga akhirnya, ia pun tertidur. Akan tetapi, beru satu jam tertidur, raut wajah yang semula tenang itu berubah panik. “Ma ... hiskkk ... Mama ...” Ethan pun terbangun dari mimpi buruknya. Napasnya tersengal-sengal dan jantungnya berdetak sangat kencang. “Mimpi itu lagi ...” Ethan pun mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya. “Apakah kau sudah menemukan anak dari Bu Rika?” “Aku ingin kau segera menemukannya.” Setelah itu Ethan pun mematikan ponselnya. Ia pun mengusap wajahnya cukup kasar. “Di mana aku bisa menemukanmu ...” batinnya. Ethan pun kembali mengenang masa lalunya, tepatnya saat ia tengelam di sebuah danau dan seorang wanita paruh baya menyelamatkannya. Namun, karena menyelamatkannya wanita paruh baya itu terbawa arus ombak dan meninggal. Yang ia tahu, nama wanita itu adalah Rika dan memiliki seorang anak perempuan. Ia ingin segera menemukan anak dari Bu Rika, ia ingin membalas budi atas pertolongannya waktu itu. Namun, hingga saat ini ia tak bisa menemukan anaknya Bu Rika. Bahkan suami Bu Rika pun ia tak tahu. Ia telah mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan anaknya Bu Rika, tapi hasilnya masih zonk. Kriuttt! Ethan segera memegang perutnya. Rasa lapar menderanya, ia tak pernah makan sejak tadi pagi. Seketika ia teringat akan masakan Rhea membuatnya semakin kelaparan. “Tahanlah,” batin Ethan mencoba untuk menahan lapar. Ia merasa malu jika memakan masakan istri yang selama ini ia abaikan. Ethan pun kembali mencoba untuk tidur. Namun, rasa lapar membuatnya semakin tersiksa. Hingga ia benar-benar tak bisa menahannya. Dengan terpaksa, Ethan keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Di sana ia melihat masakan istrinya yang masih tersedia di atas meja. Ethan menatap sekitarnya sejenak untuk memastikan jika istrinya tak melihatnya makan. Setelah memastikan istrinya tak ada. Lelaki itu pun diam-diam memakan masakan istrinya. Dan saat menyantap masakan istrinya, rasa nikmat pun mulai menguasai dirinya. Ethan tak bisa mengendalikan dirinya dan menyantap semua masakan yang tersaji di atas meja. Ia tak menyangka jika istrinya sangat pandai memasak bahkan lebih enak dari masakan di restoran. Tanpa Ethan sadari, istrinya mengintip dan tersenyum tipis melihatnya menyantap masakannya. “Akhirnya dia mau memakan masakanku,” batinnya senang dan segera kembali ke kamar agar Ethan tak menyadari kehadirannya. Selesai makan, Ethan kaget sendiri karena semua masakan Rhea ludes dimakannya. “Aku harus menghilangkan jejak jika aku yang memakannya,” batin Ethan dan membersihkan piring-piring yang berserakan di atas meja. “Mungkin kalau dia bertanya ke mana semua makan di atas meja aku jawab aja sudah basi dan aku buang ke tong sampah,” kata Ethan mencoba mencari alasan. Setelah merapikan ruang makan, Ethan pun segera kembali ke kamarnya. Namun, baru saja ia ingin masuk kamar, ia tertegun saat melihat kamar Rhea masih menyala. “Jam segini dia belum tidur?” Karena penasaran apa yang istrinya lakukan di jam segini. Ethan memutuskan untuk naik ke lantai satu. Dengan langkah yang begitu pelan dan hati-hati, Ethan mendekati kamar Rhea, lalu mengintip melalui pintu kamar yang terbuka sedikit. Dan saat itulah, ia melihat Rhea sedang belajar untuk mengobati luka dan cara membalut luka melalui internet. Raut wajah Rhea yang tampak sangat serius tanpa sadar membuat Ethan tersenyum tipis. Ia tak menyangka jika Rhea akan belajar cara mengobati luka dan cara membalut luka. Seketika ia teringat akan ucapannya beberapa hari yang lalu. Ia sempat mengatai Rhea jika mengobati luka saja tidak becus. “Mungkin karena ucapanku dia mulai belajar,” batin Ethan merasa bersalah akan ucapannya yang mungkin sangat menyakitkan bagi istrinya. Seketika dadanya mendesir. Ia merasa sangat bersalah pada istrinya. “Mungkin aku benar-benar keterlaluan.” Ethan pun segera kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Ia pun menatap langit-langit kamar dan teringat semua perlakuan kasar yang ia lakukan pada istrinya. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang mengganjal di saku celananya. Saat ia merogoh celananya ia menemukan beberapa permen yang tak pernah ia sentuh sebelumnya. Permen itu adalah pemberian dari Rhea saat ia membantunya melarikan diri dari satpam yang mengejarnya. Ethan pun menghela napas. “Sepertinya aku benar-benar telah keterlaluan ...” batin Ethan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD