41 - Tamu (tak) Diundang

1735 Words

Wanda menguap lebar saat perlahan kesadarannya mulai pulih. Ia menggaruk rambut dan beberapa bagian wajahnya sambil tubuhnya meliuk ke sana ke mari, merenggangkan otot-ototnya hingga berbunyi. Perlahan, kelopak mata gadis itu terbuka. Bersamaan dengan itu, alarm di ponselnya berbunyi. Wanda pun segera meraih benda pipih yang ada di atas kepalanya itu kemudian mematikan alarmnya. "Uhukkk uhukk" Wanda tersedak salivanua sendiri karena dikejutkan dengan sesuatu yang masuk ke indera penglihatannya. Wanda segera duduk dan mengucek matanya. Memastikan jika yang ia lihat saat ini hanyalah ilusi. Namun, semakin kesadarannya pulih, ia semakin yakin jika itu... bukan ilusi. Wanda menelan salivanya kasar. Raut wajahnya tampak sangat tegang. Namun, setelah beberapa detik ia berusaha menormalkan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD