Rasanya Wanda baru saja hendak sampai di alam mimpinya. Jika saja Davin tak mengerem mobil secara mendadak. Wanda berdecak kesal, dengan mata yang masih tertutup. Sepertinya saat ini mereka ada di lampu merah, sehingga Davin sengaja menghentikan mobilnya. Tapi kok lama dan nggak jalan-jalan? Perlahan, Wanda membuka matanya. Dan ia cukup terkejut saat mendapati dirinya saat ini sudah ada di halaman rumah Davin. Wanda menoleh ke kanan, ke tempat seharusnya Davin berada. Namun, bangku di sampingnya itu sudah kosong. Beberapa detik kemudian, Wanda sadar jika sosok yang ia cari ada di depan sana. Berjalan menuju pintu utama kediamannya, mengabaikan Wanda yang masih ada di dalam mobil. "Dasar cowok gila!" gerutu Wanda. Tapi salah dia juga sih. Masa pas Davin menutup pintu ia tidak mendeng

