Sama-Sama Terluka

1994 Words

Hujan deras mengiringi malam itu, seolah langit ikut menangisi suasana hati Anggi. Di kamar yang remang, dia duduk di tepi ranjang, tubuhnya gemetar dalam pelukan Bi Mia. Air matanya mengalir deras, menetes tanpa henti. Pikirannya penuh dengan bayangan Ryan. Wajah lelaki itu tampak terluka, kata-kata kasar bapaknya yang menusuk, dan bagaimana Ryan tetap menatapnya penuh kasih meski dunia mereka terasa runtuh di hadapan mereka. Ketukan keras di pintu membuyarkan lamunannya. Tanpa menunggu jawaban, pintu terbuka lebar. Tina, ibunya, masuk dengan wajah tegang penuh amarah, diikuti oleh Bambang, bapaknya. Kehadiran mereka hanya menambah sesak di d**a Anggi. "Biarkan Anggi kami urus, Bi. Bibi keluar aja." Bahkan tanpa ampun, Tina membuat keputusan tegas. Matanya tertuju di depan dan menyorot

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD