*Maaf sebelumnya karena draft yang ternyata belum kelar tak sengaja saya posting. Kali ini akan saya lanjutkan. Mendapati diriku yang masih meringis kesakitan dikelilingi oleh beberapa tetangga di ruang tamu membuat Mas Albi kaget setengah mati. Ia lebih terkejut lagi saat mendapati kakiku telah berdarah lagi. "Apa yang terjadi?" "Mbak Filza mencekik dan memukul Mbak Aini," jawab Mbak Vina tetanggaku. "Lho, kok bisa?" "Entah kenapa bisa begitu, sewaktu saya lewat mau ke toko depan, tiba tiba dari celah pagar saya lihat mbak Aini megap megap minta tolong. Saya pikir itu perampok, ternyata istrimu." "Sungguhkah Aini." "Aku harus bilang apa lagi Mas?" tanyaku dengan wajah yang kubuat sesedih mungkin. "Lalu, rambut siapa yang berserakan di teras." "Rambut Filza." "Apa? Kenapa bisa b

