* "Apa yang kau bicarakan dengan orang tua Filza?" tanya Mas Albi saat kuberitahu bahwa pasangan paruh baya itu mendatangiku. "Mereka ingin agar kau membiarkanmu kembali padanya, mereka juga ingin agar kau bisa menjeguk putramu," jawabku. "Mereka melarang, tapi, mereka juga yang ingin aku bertemu anakku ... bagaimana itu...?" "Entahlah, darimu bagaimana? Apakah kau akan pergi menemui Gibran?" "Aku akan pergi jika kau biarkan." "Tidak ada alasan atau hak bagiku melarang kamu menjumpai anakmu, Bi. Temui saja," jawabku datar. "Terima kasih atas izinmu, aku sangat bahagia," jawabnya sambil menghampiri dan memelukku. Aku tahu, izin yang baru saja kuberikan seperti hadiah besar untuknya karena berhari hari ia terlihat murung dan sedih. Aku tahu, dia rindu anaknya, terlebih wanita yang te

