"astaga Filza ...!" Tentu melihat Filza pingsan, Mas Albi langsung menghampiri dan mengangkat tubuhnya, ia pindahkan istrinya ke ruang tamu dan merebahkannya di sofa. "Tolong minta air segelas," pintanya padaku dengan wajah cemas. "Iya, Mas," jawabku berbegas mengambil air ke dapur. Kubawakan segelas air dan membantu mas Albi untuk meminumkan air tersebut ke mulut Filza. "Sepertinya, kita harus membawanya ke rumah sakit." "Dia baru saja keluar dari rumah sakit, aku sungguh merasa bersalah, memberi dia masalah di masa penyembuhan," jawab Mas Albi lirih. Seperti biasa Mas Albi adalah orang yang mudah merasa kasihan pada orang lain. Hmm, selalu begitu. "Hubungi orang tuanya, Mas," usulku "Iya, akan kuhubungi," balas Mas Albi. * "Halo, Yah." Mas Albi menjawab beberapa saat setela

