Hah .... Aku tertegun Karena untuk pertama kalinya si jalang itu mengatakan cerai kepada suaminya sendiri. Entah kenapa aku sangat bahagia karena akhirnya wanita itu sendiri yang akan memohon perceraian kepada suamiku. Aku senang sekali. Namun, aku sadar, aku tidak boleh terlalu senang karena ini bukan waktunya. Aku harus memanfaatkan keadaan dan semakin menyudutkan filsa. Aku harus cerdas kali ini. "Astagfirullah Apa yang kau lakukan Filza?" Aku pura-pura marah dan langsung menghampiri Mas Albi, kutarik dia dari jangkauan Filza, lalu kubelai pipinya dengan lembut. "Kamu nggak apa-apa kan Mas?" tanyaku sambil pura pura ingin menangis. "Enggak kok!" "Hentikan sandiwaramu, Mbak. Bukannya kemarin kamu ingin bercerai dengan Mas Albi?" "Iya, itu kemarin, sekarang kami baik baik saja," j

