"Katakan padaku, aku harus bagaimana?" tanyanya dengan sedih. Tatapannya benar benar tak sebening dulu, ada sebuah keputus asaan dan kebingungan yang tersirat di sana. "Aku yakin, pelan tapi pasti, istrimu akan berubah. Aku percaya, dia wanita terpelajar yang akan paham apa yang harus dia lakukan." "Semakin hari, Filza semakin posesif dan ingin menang sendiri. Semakin aku berusaha adil ... entahlah, semakin aku berusaha untuk memperbaiki diri ada saja ujian yang membuat aku tetap marah dan terjebak masalah." "Seseorang harus mengendalikan diri dan emosinya sehingga mereka bisa bersikap bijak dalam memaknai peristiwa dan menangani masalah. Tadinya, aku juga sangat panik dengan dirimu yang terus bersamanya, tapi belakangan aku belajar, segala sesuatu yang justru makin ingin digenggam deng

