Merasa bahwa Mas Aldi tidak menanggapi tangisan atau permohonannya, filsa semakin meradang dan menangis sejadi-jadinya. Aku dan Mas Aldi hanya saling pandang menyaksikan Filza histeris tidak terima diceraikan oleh mas Albi. "Sebaiknya hubungi orang tuanya agar dia bisa dijemput," ujarku pada suami. "Tidak usah dia sendiri yang sudah datang kemari jadi dia sendiri yang harus pergi,"jawab Mas Albi dengan tegas. Dia hampiri wanita itu lalu dengan paksa ia bangunkan dari tempatnya sekarang. "Hentikan tangismu,!pulanglah sekarang juga," suruh Mas Albi dengan serius. "Aku nggak mau Mas ...." "Hanya orang yang tidak punya malu yang akan bertahan ketika sudah diusir!" "Aku rela dihinakan tidak punya malu dan disebut w************n, asal kau mau pulang denganku," jawabnya memelas. "Aku sudah

