93

1129 Words

"Beraninya kau mengajariku tentang sesuatu yang baik dan buruk sementara dirimu juga Wanita yang licik dan penuh kejahatan," ujarnya dengan Maya mendelik, aku hanya mengusap air bunga yang menempel di wajah dan kerudungku. "Filza, jaga sikapmu di rumah orang lain," ujarku pelan, aku segera memunguti bunga bunga dan kaca yang berserakan. Bukannya takut pada wanita itu, aku hanya tidak mau Mas Aldi melihatnya dan semakin murka lalu kemudian memukuli filsa. Lagipula dalam hatiku gemas sekali, padahal aku benar-benar berusaha mengendalikan diri dan sabar menghadapi kelakuan wanita yang membuatku tidak habis pikir ini. Tanpa kuduga aku yang saat itu sedang mengemudi bling-bling yang pecah tiba-tiba tanganku diinjak olehnya, hingga aku terkejut dan tanganku tertusuk oleh kaca yang tajam. "A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD