"Ayo pergi Filza," ucap Mas Albi sambil menarik siku istrinya. Mendapat perlakuan seperti itu, ditarik dan diajak pergi dari rumahku bukannya malah mengalah dan mengikuti perintah suaminya filsa malah mungkin meronta dan menjadi-jadi saja. "Dengar ya Mbak dan Mas Albi, yang tercinta, apapun yang ingin kalian ucapkan aku tidak peduli. Keputusanku sudah bulat bahwa aku ingin bekerja entah membuka salon seperti milik Mbak Aini, atau bekerja di luar seperti yang dia lakukan sekarang. Sepertinya istri pertamamu terlalu banyak kehendak, sehingga, belum beberapa bulan membuka salon dia sudah beralih ke pekerjaan lain, mungkin ini caranya untuk mencari perhatian dan mendapatkan atensi." "Sudahlah jangan banyak komentar, ayo kita pergi dari sini," ujar Mas Albi menyeretnya. Sebenarnya mendengar

