44

919 Words

Beberapa hari kemudian. Setelah percakapan panjang kami malam itu, suamiku mulai menjaga jarak dan tidak banyak bicara. Dia lebih banyak membungkam dan hanya melakukan sesuatu yang dia perlukan. Sisanya dia akan habiskan waktu untuk nonton TV dan tidur lalu pergi bekerja dan kembali seperti robot yang sudah disetting saja. Tiga hari setelah dia berada di rumah filsafat suamiku terlihat pulang dengan wajah yang begitu lesu dan rambut yang berantakan. Seperti yang kuduga karena pada akhirnya si jalang filsa mengetahui bahwa kini aku bekerja dan bebas, tentu saja dia iri dan tidak setuju dengan kebebasanku. Dia mencoba mengungkapkannya dengan Mas Albi dan terlihat sekali Mas albi tertekan dengan hal demikian. "Aku pusing, aku ingin tidur." Dia berkata begitu ketika aku mengajaknya untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD