"Dengar, tolong pikirkan reputasi kita semua ...." Belum selesai dia melengkapi ucapan yang aku sudah memotong. "Reputasi siapa maksudmu? Seingatku reputasiku baik di tengah-tengah masyarakat aku selalu bersosialisasi dan mengikuti kegiatan apapun yang diselenggarakan warga. Begitupun ketika ada tetangga atau saudara kita yang kesusahan maka aku akan menjadi nomor satu untuk membantu mereka, di mata orang lain aku belum merasa punya kekurangan, pun tidak pernah membuat masalah. Jadi, reputasi Siapa yang kau khawatirkan?" "Reputasi diriku sebagai suami kalian! aku akan dianggap gagal dan menanggung malu yang besar!" "Itu deritamu, bukan urusanku. Sudah kucoba untuk memberikan jalan keluar tapi kau tidak tergerak sedikitpun untuk mendengarkan kata-kataku!" "Kau tidak memberikan solusi ta

