24

996 Words

"a-apa? Apa yang kamu katakan Mbak?" "Aku mengatakan apa yang kau dengar jelas barusan, dia memberiku tabungan emas! Kau mengerti," ujarku sambil mengangkat alis sebelah dan tersenyum lalu beranjak membawa nampak gelas jus ke depan. "Kau bohong, tidak mungkin itu terjadi!" ucapnya setengah lantang. "Pelan pelan, jangan sampai teriakanmu menarik perhatian semua orang. Sebaiknya cepat bereskan pecahan gelas sebelum ibu menyadarinya," ujarku sambil melirik beling yang berserakan di lantai. Wanita itu mendengus, matanya merah oleh sebab dia menahan tangisnya. Dengan kaki yang dihentak keras wanita itu meraih gagang sapu dan menyapu kaca tadi. Aku segera mengantarkan jus ke ruang tamu, membagikannya dengan semua orang dengan ramah dan senyum lebar. "Ini cookies yang saya buat dari rumah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD