Bismillah. Setelah percakapan malam itu, Filza tak pernah menghubungi lagi. Aku juga tak melihat gelagat buruk dalam diri Mas Albi, berarti Filza tidak mengadukan ucapanku pada suami kami. "Baguslah, mungkin sekarang dia sedang berusaha untuk membuat dirinya waras," gumamku sambil melanjutkan pekerjaaan di dapur. Sewaktu menata piring di meja, Suamiku pulang, dia mengucapkan salam dan melepas sepatunya, lalu datang mencium keningku. "Kamu masak apa Um?" "Masak ikan balado dan sayur bening," jawabku. "Aku ingin makan, lapar sekali,", jawabnya sambil mencuci tangan di wastafel. Hari ini adalah kedatangannya setelah tiga hari di rumah Filza. Kupandangi wajah suamiku yang nampak sangat lelah dan berkeringat. Kupandangi juga pakaiannya yang kusut tidak disetrika selagi dia menarik kurs

