Seperti kuduga, sehari setelah kepergian kami dari rumah Mas Aldi tiba-tiba menelepon. Agus tidak sengaja mengangkatnya melainkann kureject berkali-kali panggilannya. "Biar saja Aku ingin sesekali membuatnya jera," gumamku. Tring. Tring. Ponsel berdering tanpa henti Aku yakin dia tidak akan berhenti menelepon sampai Aku menjawab teleponnya. "Halo assalamualaikum." "Waalaikumsalam Aini di mana kamu sekarang kenapa kamu tidak jawab teleponku secepat mungkin "Aku sedang di rumah Ibuku, Ada apa Mas bukannya kamu sudah tahu kalau aku kemari?" "Aku tidak tahu!" "Bukannya aku mengatakan hal itu kepada filsaApakah dia tidak memberitahumu?!" "Tidak, apulang ke rumah dan tidak menemukanmu di sana. Apa yang sedang kau lakukan lama-lama dan mengapa juga kau harus membawa pakaianmu?" "Kau su

