40

1182 Words

Sesaat suamiku tertegun mendengar ucapanku, beberapa detik dia menatap wajahku, namun tidak sanggup mengatakan apapun lagi selain ucapan maaf dengan nada lirih. Aku langsung naik ke atas taksi yang kebetulan ada di depan lobby menunggu penumpang. Sebenarnya Mas Albi menawarkan ingin mengantarku tapi aku tahu persis bahwa itu hanya formalitas di mana dia hanya ingin membuat hatiku senang atau hanya sekedar hiasan di bibir saja. Bagaimana bisa dia mengantarku sementara istrinya yang ada di tempat ini adalah wanita manja yang tidak mau ditinggal sedetik pun. Pun mertuanya juga sangat mengandalkan dan bergantung kepada Mas Albi jadi mau bagaimana lagi. "Entah mengapa aku bisa terjebak di antara orang-orang ini. Berikanlah aku kekuatan ya Tuhan, agar aku bisa lulus ujian ini dan mendapatkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD