103

954 Words

Sepulangnya dari rumah sakit, kami langsung beristirahat. Anak anak ke kamar mereka, sementara aku mencuci bekas wadah makanan di dapur. Ada Mas Albi yang kemudian pulang dan menyapa, aku lihat dia cukup lelah dan terlihat lesu. Direbahkannya diri di kursi lalu membuka kancing bajunya untuk sedikit melegakan napas. "Mau kopi Mas?" "Iya, tentu," jawabnya. Kuseduhkan kopi untuknya lalu mengantarnya ke meja. Kuhempas diri di sofa sambil memperhatikan wajah Mas Albi yang lelah. "Ada apa, Mas?" "Lelah." "Bagaimana Gibran?" "Baik." "Lalu orang tua Filza, apakah mereka bersikap baik?" "Hmm, iya. Mereka tidak mengatakan apa apa," jawabnya. "Kupikir ada kecanggungan setelah perpisahan dan kalimat kalimat pahit tempo hari, di depan pengadilan." "Ah, tidak juga, mereka mungkin maklum ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD