102

950 Words

Karena merasa prihatin dengan gibran, kuputuskan untuk pergi menjenguk putra suamiku bersama kedua kakaknya Fatin dan Fatimah. Niatku mengaja serta anak anak, agar Gibran bisa bertemu dan terbit lagi senyum di wajah pucatnya yang kesakitan. Aku memang benci pada Filza tapi aku tak membenci anaknya sedikit pun. Dia hanya bocah yang tidak bersalah yang masih butuh kasih sayang orang dewasa. Kususuri lorong rumah sakit, membawa sekeranjang buah dan berharap bahwa keluarga Filza akan menerima kedatanganku dengan pola yang biasa biasa saja. Aku lelah bertengkar dan niatku juga bukan untuk bertengkar. Aku hanya menunjukkan kepedulian juga perhatianku pada anak suamiku. Dan juga, agar Mas Albi tahu bahwa aku juga berusaha berdamai dengan semua orang. Tok tok ... Kuketuk pintu fasilitas kelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD