110

1049 Words

Kini Mas Albi sudah dipindahkan ke ruang lain, dirawat sementara karena benturan di kepalanya yang membuat suamiku pusing dan menggunakan selang oksigen. Kutunggui dia sambil menggengdong gibran, sesekali ia ingin minum, kuberikan dia minum dari gelas dan pipet plastik. "Apakah kau, tak lapar Mas?" "Tidak." "Sebentar lagi ibu dan saudaramu akan datang, mereka pasti khawatir." "Harusnya mereka tak perlu diberi tahu," ucapnya lirih. "Tentu harus diberitahu Mas, kalau terjadi apa-apa aku tidak mau disalahkan?" "Ya Allah, ibu pasti cemas sekarang." "Aku sudah memberitahu bahwa kau baik-baik saja, jadi, jangan khawatir, istirahatlah." "Sempat terpikir olehku, andai aku tak selamat tadi, tentang nasib kalian. Aku belum siap meninggalkan kalian yang masih membutuhkan diri ini." "Karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD