Hanya aku berdua di ruangan ini setelah keluarga dan kerabat Mas Albi pergi. Hari menjelang petang, garis cakrawala terlihat indah dari jendela kamar kami, lembayung mengingatkan pada pertemuan pertama saat menghabiskan waktu sendiri menikmati senja. Itu pertemuan manis yang cukup membuatku langsung jatuh cinta. Cara Mas Albi bersikap, tutur kata dan cara ia memperkenalkan diri membuatku langsung terkesan dan memutuskan mengenal ia lebih dekat. Beberapa bulan kami berteman, aku makin terkesan dengan ketulusan hati dan ibadahnya yang rajin, kami semakin dekat hingga akhirnya dia melamarku, dan kami pun menikah. Ada beberapa episode senja yang kuhabiskan dengan kelam, saat pertama kali ia mengatakan ingin menikah lagi, juga senja saat pertama kali aku menyadari bahwa suamiku bukan mili

