48

961 Words

Tanpa menunggu lama aku langsung mengenakan pakaian lalu keluar dari kamar sambil membawa ponselku. Ku tekan nomor ibu dan langsung ku telepon dia untuk membicarakan tentang penderitaan hati ini padanya. "Halo assalamualaikum anakku," sapanya. "Walaikum salam, Bu." "Aku mendengar bahwa suaramu agak berat apakah terjadi sesuatu?" "Aini ingin bicara pada Ibu," jawabku,. Sewaktu mengatakan itu masa Albi menyusul ke ruang keluarga dia berdiri dengan tatapan penuh makna seakan-akan ingin mencegahku bicara pada orang tuaku namun aku tidak memperdulikannya. "Apakah kamu dan Albi baik-baik saja?" Mas Albi terlihat mendengar percakapan kami, Dia memberi isyarat di lengan kepala kepadaku yang menandakan bahwa aku tidak perlu banyak bicara namun aku tidak menanggapinya. "Semuanya sedang tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD