49

1084 Words

Akibat pertengkaran itu, aku dan Mas Albi tidak saling berteguran sampai pagi, meski kusiapkan makanan, tapi aku tidak menemaninya di meja makan. Biasanya sekesal kesalnya aku, aku selalu menyertainya saat menghadapi makanan dan mengantarnya ketika ingin pergi. Kali ini berbeda, aku sungguh kehilangan rasa hormat dan kecewa. "Aku pergi dulu," ucapnya sambil mengulurkan tangan padaku. Tanpa kujawab, kusambut uluran tangannya lalu menciumnya, tapi itupun tanpa aku menatap matanya. "Malam nanti, ada acara syukuran keluarga di rumah Tante Hana, dia mengundang kita semua. Aku harap kau bisa meredakan perasaanmu dan pergi denganku." "Hanya kita?" "Kita dan Filza, juga anak anak." Aku kembali mendesah dan menjauh pergi darinya. "Tolong, jaga Marwah keluarga kita di depan semua orang. Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD