67

1068 Words

Dua hari berikutnya masuk lebih datang ke rumah, tanpa mengucapkan salam dia masuk dan langsung mendorong pintu lalu menemuiku yang saat itu sedang duduk di depan televisi menyaksikan berita. Ketika sedang mengasah kopi Aku kaget dengan kehadiran Mas Aldi yang langsung berdiri di depanku tanpa mengatakan apa-apa. Tatapannya dingin, jemarinya mencengkeram dan wajahnya nampak tegang. Aku tahu, sinyal tubuhnya mengisyaratkan bahaya sehingga aku langsung berdiri dan bersurut dari depannya. "Ada apa?" "Kenapa kau kaget dengan kehadiranku." ,"Aku tidak kaget aku hanya berhati-hati," jawabku menyembunyikan rasa gugup. Terbayang di benakku, bahwa di situasi pagi yang lengang di mana anak anak ke sekolah dan penghuni komplek rata-rata sedang tidak berada di rumah karena masing-masing pergi bek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD