32

1128 Words

Betapa terkejutnya mas Albi ketika pulang dari kantor dan mendapati diri ini menangis. Dengan kepala tertunduk dan kesedihan yang benar-benar pilu. Dia heran saat membuka sepatunya dan langsung mendekat padaku. "Ada apa Bund, Apa yang terjadi?" "Entah dari mana aku harus memulai cerita, tapi yang jelas, Filza mengadu kepada Ibumu dan beliau datang untuk menegurku," jawabku menangis. Aku sengaja melakukannya karena Mas Albi tidak akan tahan ketika melihat istrinya menangis dia pasti akan marah ketika wanita yang dicintainya terluka dan mengeluarkan air mata. "Ibu bilang apa?" "Yang pasti ... beliau minta agar aku lebih bijak dan lebih memperhatikan Filza, aku harus mengalah dan membiarkan dia punya banyak waktu denganmu," jawabku tersedu. Aku tak peduli apakah pada akhirnya aku yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD