"Filza, dengar, tunggu!" "Gak ada lagi yang mau aku bicarakan," ujarnya dingin. "Jangan ambil keputusan terburu-buru kau harus mencoba berpikir jernih dan tenang," ujar Mas Albi menarik lengan istrinya. Mencoba meraih kedua bahu wanita itu dan membujuknya, tapi sayang di wanita menepis dan tetap pada pendiriannya. "Jangan ancam aku begitu, Fil. Aku tak mau kehilangan istri." "Bisa-bisanya di dalam hatimu terkumpul dua cinta yang sama besarnya. Aku tidak percaya selain perasaan itu condong kepada istri pertamamu. Aku tahu diri kok Aku adalah orang yang datang kemudian dan wanita itu menguasai segalanya atas dirimu dan aset-asetmu." "Tidak, Jangan sebut menguasai. Dia tidak pernah ikut campur dalam pembagian uang dan waktuku terhadap kalian berdua. Aku membagi sesuai porsi dan keinginan

