"Filza, tunggu, Filza ..." Mas Albi nampak panik dan cemas, ia sangat kalut dan mondar mandir di dalam rumahnya dengan gelisah. "Begini, Mas, sebaiknya kau susul dia." "Tidak, situasinya sedang kacau, aku akan berseteru dengan ayah dan ibunya jika sampai itu terjadi. Malam ini dia pasti histeris dan membuat siapa saja emosi. Aku akan menyusulnya besok." "Baik, itu ada benarnya, tapi kuharap semoga saat menjumpai dia wanita itu dan orang tuanya dalam keadaan tenang." "Ah, entahlah ...." Mas Hamdan menghempas dirinya di sofa sambil memijit kepala dengan galau. Berkali kali ia menghela napas hingga memutuskan untuk langsung pergi saja. "Aku tahu, aku sudah sangat berdosa, aku memukul dan menyakiti istriku, itu adalah perbuatan yang sungguh aku sesali. Aku yakin ayahnya sangat murka, dan

