Setelah mengirimkan pesan seperti itu filsa tidak lagi menggangguku. Tidak ada lagi pesan atau gangguan darinya sedang aku sangat bersyukur sekali dia akhirnya berhenti. Pukul tiga sore, Mas Albi pulang, seperti biasa mobil Fortuner hitam itu diparkir di garasi dan suamiku turun dari sana. Sewaktu berpapasan dan mencium tangannya, aku melihat wajahnya pucat dan kantung matanya semakin membesar. Kutanyai dirinya apakah semalam tertidur atau tidak. "Kau tidur nyenyak semalam Mas?" "Tidak tidak aku tidak bisa tidur mendapati masalah dengan mertuaku, aku benar-benar sangat gelisah." "Aku yakin kau pasti lelah dan pusing," ujarku sambil menggandengnya dan mengajaknya ke meja makan. "Sangat lelah. Tapi, tadi aku sudah makan siang di kantor, nanti saja makannya. Aku mau langsung ke kamar d

