118

1180 Words

Dua Minggu berlalu setelah percakapan terakhir Mas Albi dengan fIlza, sudah berhari hari wanita itu tak pernah menghubungi lagi, tak memberi kabar atau biasanya meminta Mas Albi untuk mendatanginya. Entah dia sudah berubah pikiran atau hanya sedang sibuk dengan pengobatan, aku tak tahu. Fokusku sekarang adalah mengurus anak dan suami, malah aku beruntung sekali kalau Mas Albi tidak diganggu ganggu lagi. * "Sedang apa Um?" Tanya suamiku yang mendekat di teras belakang. "Menjahit," jawabku sambil memperlihatkan kain di tangan dan jarum. "Kau tampak ceria, apa ada hal yang membuatku senang." "Lebih tepatnya hal yang membuat kita senang," balas Mas Albi. "Apa itu aku penasaran sekali," jawabku antuasias. "Lihatlah ini," ucapnya sambil menyodorkan brosur padaku. Brosur itu adalah inform

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD