Chapter 33

1514 Words

Tadinya aku pikir Mr. Hitter akan langsung membentak marah, tapi ternyata aku salah. Pria tua itu hanya menghela nafas dan memijit keningnya, lalu menatap aku dan Tyler dengan pandangan yang sulit diartikan. "Saat ini bukan waktu yang tepat untuk bicara, aku harus segera berangkat kerja, jadi pembicaraan ini kita tunda hingga selesai makan malam nanti.." Ucap Mr. Hitter dengan tenangnya, aura bijaksana seolah bisa keluar dari dalam dirinya. "Baiklah Mr. Hitter" Balasku seraya menatap kagum kearah ayah mertuaku itu. "Jadi Dean, aku harap kamu tidak mencoba pergi selama aku bekerja, jangan menghindari pembicaraan kita.." Lanjut Mr. Hitter masih dengan wajah tenangnya. Aku langsung menganguk paham "Tentu saja ayah, aku serius terhadap Tyler, jadi aku tidak akan lari seperti seorang pengec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD