Keanu dan Kayla untuk sementara tinggal di rumah oma Yasmin, meski terkadang jika weekend menginap di nenek Tita atau ke toko bunga milik Kayla.
Dan malam ini Keanu mengajak Kayla ke acara gala dinner launching mega proyek mereka yang sudah selesai. Pak Walter Aryano sebagai pemilik mall dan wahana bermain tersebut mengundang Keanu dan Kayla yang telah menyelesaikan mega proyek tersebut tepat waktu dan hasil yang memuaskan.
****
Kayla memeluk lengan Keanu memasuki ball room hotel bintang lima tempat acara berlangsung.
"Ini terakhir kali aku melihatmu memakai gaun seperti itu sayang, gaunmu memang panjang sampai menutupi kakimu, tapi lenganmu terbuka dan belahan dadanya terlalu rendah," ujar Keanu sambil melangkah melalui pintu utama.
"Ini gala dinner Kean, orang-orang melihatmu sebagai pemilik beberapa perusahaan dan aku istrimu," sahut Kayla pelan.
"Yah, tapi jangan pake yang gini lagi ya?" pinta Keanu sambil mengusap tangan istrinya pelan.
Saat hendak menyalami Pak Walter, tiba-tiba wajah Bagas menyeringai di depan mereka.
"Waaah pasangan aneh datang juga," ujar Bagas mengerlingkan matanya pada Kayla.
"Bagaas jaga ucapanmu, maaf Bapak dan Ibu Keanu, keponakan saya suka bercanda kelewatan," ujar Pak Walter pada Keanu dan Kayla.
"Ah mereka teman sma ku om, aku tahu bagaimana mereka, tumben datang bareng?" tanya Bagas lagi saat melihat Keanu dan Kayla bersalaman dengan suami istri Walter Aryano.
"Ya pastilah Bagas mereka datang bersama, namanya suami istri, mereka masih pengantin baru," ujar nyonya Walter sambil tersenyum pada Kayla yang terlihat tak nyaman. Dan Bagas sangat kaget.
"Menikah, kapan, di mana?" tanya Bagas beruntun. Terdengar tawa pamannya.
"Jika kau tak diundang berarti kau bukan teman Pak Keanu, ah mari-mari silakan duduk Bapak dan Ibu Keanu," Pak Walter menyilakan Kayla dan Keanu menempati kursi bagian depan.
"Om kapan mereka menikah, betul mereka menikah?" tanya Bagas lagi.
"Sekitar dua minggu lalu, di hotel milik keluarga Halim, kau patah hati lagi nak, om bilang padamu berkali-kali, berhentilah bersenang-senang, waktunya serius memikirkan hidupmu," Pak Walter memandang keponakannya yang terpaku menatap wajah pasangan pengantin baru yang baru saja duduk di bagian depan kursi tamu.
****
Saat acara selesai, Kayla dan Keanu bergegas menuju mobil mereka. Kayla mendengar suara Bagas yang berteriak memanggil namanya. Keanu menoleh tapi Kayla menarik Keanu agar segera masuk.
Bagas berlari menyusul dan mengetuk-ngetuk kaca mobil Keanu, Keanu menurunkan kaca mobilnya.
"Kay Kayla, aku mencintaimu, dengarkan aku Kay, aku baru tahu kau menikah dengan banci ini, tapi setidaknya kau tahu bahwa aku, aku tidak pernah berhenti mencintaimu Kay," ucapan Bagas terhenti saat Keanu membuka pintu mobil dan memberikan bogem mentahnya ke wajah Bagas hingga terhuyung dan jatuh tersungkur. Keanu membetulkan jasnya dan menatap Bagas.
"Jangan pernah dekati Kayla lagi, karena ia sudah menjadi istri dari banci yang sudah bolak-balik memukul wajahmu sejak sma hingga sama-sama dewasa seperti ini dan selalu tanpa perlawanan," Keanu meninggalkan Bagas yang masih belum bangun dan terlihat mengusap darah yang ke luar dari sudut bibirnya.
****
Selama perjalanan mereka diam saja tak bersuara, hingga akhirnya Kayla yang memulai.
"Kalau kamu marah, marahlah, aku tidak mau nanti kau kasar lagi padaku di tempat tidur," suara Kayla terdengar pelan.
Keanu menghentikan mobilnya, menatap wajah cantik Kayla yang seperti menahan tangis.
Keanu mengusap lengan halus Kayla.
"Aku selalu mengimpikan suami yang selalu memelukku saat tidur dan kalaupun akhirnya harus berakhir dengan hubungan intim, setidaknya dilakukan dengan lembut bukan karena marah dan berakhir sakit," mata Kayla berkaca-kaca.
Keanu tak menjawab, ia kembali melajukan mobilnya.
****
Kayla bergegas mendahului Keanu melangkah lebar dan menaiki tangga tergesa-gesa.
"Ada apa Keanu?" tanya oma Yasmin.
"Biasalah oma, masalah dikit, saya yang salah," sahut Keanu dan oma Yasmin mengusap bahu Keanu.
"Sabar ya sayang, cucu oma memang suka gitu," ujar oma Yasmin dan Keanu melangkah ke lantai dua menyusul istrinya.
Keanu tak menemukan Kayla di kamarnya, hanya gaunnya yang berserakan. Ia pasti di kamar mandi pikir Keanu. Keanu memunguti gaun, celana dalam dan bra Kayla yang dibirkan berserakan di lantai. Keanu menghela napas.
Keanu membuka jas, kemeja dan celana bahannya. Merapikannya dan memasukkan dalam keranjang baju kotor. Lalu melangkah menuju kamar mandi, membuka pintu dan mendapati Kayla yang berendam di bathup sambil memejamkan mata.
Keanu membuka boxernya dan berjalan mendekati Kayla, ikut masuk ke bathup dan mengangkat badan Kayla agar bersadar di dadanya.
Keanu menciumi kepala Kayla dari belakang, memeluk Kayla sambil sesekali mengusap perut rata Kayla.
"Masih marah?" tanya Keanu.
Kayla diam saja, mengusap lengan Keanu yang memeluk badannya.
"Maafkan aku Kay, mungkin aku tidak tidak sepertimu yang bisa mengungkapkan apa saja yang kamu rasakan," ujar Keanu setengah berbisik ke telinga Kayla.
"Masalahnya tiap kamu marah selalu saat kita sangat dekat seperti ini, tidak bisakah kamu lembut seperti saat di apartemenku?" tanya Kayla sedikit menggeser badannya dan merasakan milik Keanu yang mengeras di bokongnya. Kayla berbalik menatap mata Keanu. Lalu merebahkan badannya ke d**a Keanu dengan posisi menyamping.
"Kamu ingin?" pertanyaan Kayla mengantung.
"Yah, tapi aku ngerti, kamu lagi nggak mood, iya kan?" tanya Keanu.
"Kau bisa memasukiku kapan saja tiap kamu ingin," Kayla memejamkan matanya menikmati usapan Keanu.
"Yah sebenarnya aku memang bisa ingin kapan saja, tapi akan lebih baik jika kamu juga dalam kondisi yang sama denganku, aku tidak ingin lagi kamu tersakiti lagi atau terpaksa Kay," sahut Keanu sambil mengusap d**a Kayla, tapi Kayla diam saja.
"Airnya semakin dingin Kay, kita mandi ya, trus tidur," ujar Keanu mulai memandikan istrinya.
****
Pagi-pagi Kayla dan Keanu sarapan tanpa bersuara, oma Yasmin memandangi keduanya bergantian.
"Ini kan weekend, ke rumah Keanu yuk, oma mau ikut, biar nenek Keanu nggak cuman ngelukis aja kerjaannya," ajak om Yasmin.
"Iya nggak papa oma, ada beberapa barang saya yang akan saya ambil lalu saya pindahkan ke sini," ujar Keanu setuju.
****
"Hai haaai tumben barengan, senangnya aku Yasmin, kesepian nggak enak banget," nenek Tita memeluk sahabatnya lalu mencium Keanu dan Kayla bergantian.
"Aku yang ngajakin mereka ke sini, tumben kamu nggak ngelukis?" tanya oma Yasmin.
"Nyambung kali ya Yasmin, aku maunya ke rumahmu, eh kok kalian yang ke sini, ngelukisnya besok-besok aja," sahut nenek Tita.
"Ayuk masuk yuk, aku bikin puding fla, sama puding karamel kesukaan Keanu."
Beriringan mereka menuju ruang makan dan di sana sudah tersaji beberapa kudapan dan puding bikinan nenek Tita.
Berempat mereka menikmati kudapan ringan dengan candaan dan tawa oma Yasmin dan nenek Tita.
"Heh kalian kok nggak punya pikiran bulan madu kemanaaa gitu, biar cepet punya anak ya, Ta?" ujar oma Yasmin seolah minta dukungan nenek Tita. Dan nenek Tita secepatnya mengangguk.
"Di Singapura Keanu punya rumah dan apartemen di sana, kalo mau kapan saja kalian tinggal berangkat, dan di Aussie kamu punya rumah juga kan Yasmin?" tanya nenek Tita dan dijawab dengan anggukan oleh oma Yasmin.
Keanu dan Kayla berpandangan, lalu Keanu tersenyum pada Kayla.
"Mau sayang?"
"Aku sih terserah kamu," ujar Kayla tak berminat.
"Dari wajahmu aku sudah tahu jika kamu nggak minat, lah trus aneh pengantin baru nggak bulan madu," ujar Keanu menatap Kayla yang dari tadi diam.
"Kita kan udah bulan madu empat hari," ujar Kayla.
"Itu sih nginep di hotel sayang," Keanu tertawa sambil mengacak rambut Kayla.
"Ke puncak aja yuk, lumayan dua hari di sana," ajak oma Yasmin yang langsung diiyakan oleh Keanu dan nenek Tita.
"Ikut ya sayang?" ajak Keanu pada Kayla dan Kayla mengangguk dengan malas.
"Baju kita sayang?" tanya Kayla pada Keanu.
"Gampang, di sini kan kamu naruk baju-baju kamu sebagian," jawab Keanu sambil menciumi bahu Kayla.
"Keaaan ah ada oma sama nenek," rengek Kayla dan mendorong wajah Keanu perlahan.
"Nggak papaaaa kami sudah melalui itu semua, iya kan Ta?" ujar oma Yasmin menepuk pundak sahabatnya dan nenek Tita hanya mengangguk sambil tersenyum.
****
"Wah ini menuju resort punya William ya Ta? " tanya oma Yasmin.
"Iya, aku ditelpon yang kapan hari, ini resort lengakap banget, kata William selain hotel, ada lapangan golfnya, dan ada wisata agronya, dikelola cucunya William deh kayaknya sekarang, anak William kayaknya sudah nggak minat," ujar nenek Tita.
Setelah sampai di parkiran terlihat nenek Tita menelpon seseorang.
"Ayuh ayuh kita sudah ditunggu William dan cucunya di loby hotel, eh iya Parto bawakan travel bag nenek ya," nenek Tita menyuruh sopirnya yang dengan patuh membawakan bawaan majikannya.
****
Berempat mereka melangkah ke loby hotel di sana tampak laki-laki seusia nenek dan oma mereka namun tampak masih gagah menyambut dengan senyum mengembang.
"Akhirnya sampai juga kalian," Pak William tampak sangat bahagia bertemu teman-teman lamanya.
"Ini kenalkan cucuku, pengelola resort ini, Bhaskara," ujar Pak William dan tampak seseoramg menoleh setelah asik menelpon.
Seketika wajah Keanu menjadi datar dan memeluk pinggang istrinya dengan erat.
"Aaah mengapa kita selalu bertemu dengan orang-orang yang menyukaimu sayang?" bisik Keanu parau ke telinga Kayla.
****