Wajah Kayla langsung memerah dengan pertanyaan omanya, sedangkan Keanu tersenyum dikulum dan mengangguk pelan.
"Sudah oma," jawab Keanu, sambil sekilas menatap Kayla yang salah tingkah.
"Alhamdulillah, cepet beri kami cicit ya, biar suasana jadi rame, kalian sama-sama tidak punya saudara, beri kami cicit yaaa setidaknya tiga atau empat," ujar oma Yasmin yang kemudian ditimpali Kayla.
"Ih oma, segitu banyaknya, ogah, siapa yang mau ngasuh, capek," ujar Kayla dan Keanu mengusap lengannya.
"Aku akan selalu membantumu mengasuh anak-anak kita nanti, kita lihat saja sayang, seberapa mampu kita punya anak," ucap Keanu lembut.
"Nggak ah kalo banyak, dualah cukup ih kalo empat, ya kamu hamil sendiri," sahut Kayla yang akhirnya membuat oma, nenek dan Keanu tertawa.
****
Keesokan harinya Keanu dan Kayla memutuskan sarapan di restoran hotel. Mereka makan dan sesekali saling menyuapi. Tanpa mereka sadari John melihat mereka dari pojok restoran, menatap Kayla dengan mata terluka dan penuh penyesalan.
****
Keduanya terkejut saat paman Kayla dan istrinya memanggil nama Kayla dan Keanu.
"Om, tante, pagi-pagi banget ada apa?"tanya Kayla memeluk keduanya bergantian.
"Mau mengganggu pengantin baru," ujar istri Devan yang membuat Kayla tersenyum malu.
"Ah tante ada-ada aja, kami makan kayak gini ya nggak terganggu, kalo lagi di kamar ya jangan lah," sahut Kayla sambil tertawa.
"Kami ke sini mau menemui John, ia akan kembali ke Brisbane pagi ini, ia janjian dengan kami di restoran ini, oh itu dia Kay," Devan melambaikan tangan pada John.
Kayla melihat Keanu sedikit berubah wajahnya meski tetap berusaha tersenyum.
John melangkah mendekati meja tempat Kayla makan, melangkah dengan gagah, menggunakan celana jeans dan sweeter biru yang lengannya digulung sesiku, di dalamnya memakai kemeja berkrah. Dan duduk tepat di depan Kayla.
Kayla menurunkan tangannya, mencari-cari jemari Keanu dan menggenggamnya di paha Keanu, Kayla ingin memastikan suaminya baik-baik saja.
"Maafkan om, Kayla, om yang mengundang John ke pernikahanmu dengan Keanu, paling tidak kalian bisa saling memaafkan," ujar Devan menjelaskan pada keponakannya. Kayla hanya mengangguk dan tersenyum pada Devan.
"Ini Kayla, kado untukmu, aku lupa memberikannya kemarin," ujar John meletakkan kotak berukuran sedang, berwarna gold dan berpita silver.
"Terima kasih," sahut Kayla lirih tanpa menatap wajah John.
"Baiklah John, aku antar kau ke bandara, aku lusa baru pulang ke Brisbane, kita bicarakan lagi urusan bisnis kita setelah sampai di sana ya," ujar Devan berdiri pamit pada Kayla dan Keanu, begitu juga dengan istrinya dan John yang mengulurkan tangannya pada Keanu, Keanu menjabat erat sambil tersenyum, saat mengulurkan tangannya pada Kayla sesaat Kayla menatap wajah suaminya yang mengangguk padanya, menyalami John dan menariknya perlahan, saat dirasakannya tangan John seolah tak mau lepas dari tangannya.
"Selamat tinggal Kay, aku selalu berharap kita akan bertemu lagi," John menatap Kayla dengan tatapan sedih dan segera berbalik mengikuti langkah Devan dan istrinya.
"Kita ke kamar Kean," ajak Kayla pada Keanu.
"Kay, kado dari John," Keanu membawa boks berwarna gold di tangan kirinya dan mengejar Kayla lalu mendekap bahunya dengan tangan kanannya.
****
Sesampainya di kamar suiteroom, honeymoon mereka, Keanu tak sabar ingin tahu apa kado dari John, semenara Kayla tak peduli, ia berganti baju, membuka dressnya dan mengambil baju untuk ia pakai bersantai di hotel, saat tiba-tiba Keanu memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya.
"Keanuuu aku mau pakai baju, hentikan tanganmu, ini masih pagi," ujar Kayla yang menyadari kemarahan Keanu, Kayla merasakan dadanya yang sakit karena diremas kasar oleh Keanu.
Keanu membalik badan Kayla, wajahnya tidak terlihat marah namun Kayla tahu Keanu berusaha menahan kemarahannya. Napas Keanu memburu.
"Kamu tidak ingin tahu kado dari mantanmu, dia memberimu dua lingerie, dan tulisan di cardnya kamu tahu, sebenarnya ia ingin kamu memakainya di malam pertama saat kamu menjadi istrinya, dia ingin membuatku marah Kay," ujar Keanu pelan.
"Dan kamu benar-benar marah," Kayla mengatupkan gerahamnya, ia dorong Keanu dengan kasar ke kasur, Keanu sempat kaget dan sebelum Keanu menyadari, Kayla menindih suaminya, membuka dengan cepat gesper ikat pinggang suaminya dan menurunkan celana jeans serta celana dalam suaminya, Keanu menggeram tertahan saat kepala Kayla hilang di pangkal pahanya, mata Keanu terpejam erat, ia tahu Kayla juga marah padanya, Keanu merasakan miliknya agak nyeri bahkan sakit karena Kayla melakukannya dengan kasar.
***
Keanu memeluk Kayla, mengusap kepalanya berulang saat mendengar isak tangis Kayla.
"Kita akan saling menyakiti kalau begini terus Keanu."
"Maafkan aku Kay, dia memancing kemarahanku," suara Keanu terdengar lirih.
"Ya, dan kau selalu melampiaskannya padaku, buang lingerie itu, aku tidak ingin melihatnya, apalagi memakainya," sahut Kayla sambil terisak.
"Kamu cemburu Kean, kamu cemburu, aku sudah jadi istri kamu, lalu apa lagi?" tanya Kayla sambil memukul d**a Keanu perlahan.
Keanu hanya diam saja, ia merasa jika dirinya terlalu kekanakan, tapi kata-kata di card yang ditulis tangan oleh John membuat harga dirinya tercabik.
"Aku selalu merasa tidak ada apa-apanya tiap kali melihat laki-laki itu," ujar Keanu pelan.
"Keanuuu bisakah kau tidak mengulang kata-kata itu?" tanya Kayla, ia menatap wajah Keanu, mendekati bibir Keanu dan melumatnya kasar. Keanu mendesis menahan sakit dan melepaskan bibirnya dari gigitan Kayla.
"Aku memang menahan marah Kay, tapi sejak awal kita mulai kau yang menyakitiku," ujar Keanu meraih wajah istrinya yang masih terlihat sembab, tersenyum lembut, perlahan menciumi pipi dan bibir Kayla dengan lembut.
"Aku tidak mau kejadian seperti kemarin, aku yang kesakitan, biar kamu juga merasakan gimana sakitnya saat kau mengigiti hampir seluruh tubuhku," ujar Kayla masih menyisakan isaknya.
"Heeii aku tidak menggigitmu," ujar Keanu membelai pipi Kayla dan mencium keningnya lagi.
"Tapi seluruh badanku seperti dihisap vampir yang kehausan," tawa Keanu sedikit tertahan saat ia akan terbahak namun Kayla mencubiti ujung dadanya.
"Aku nggak mau lagi kita kayak gini Kean, kalau kamu marah keluarkan kemarahanmu, kita ngomong, kamu kalau marah sejak kita nikah mesti larinya ke ini juga," ujar Kayla masih memeluk Keanu.
"Yah baiklah, semoga aku nggak ketemu lagi sama mantanmu yang ganteng itu," ujar Keanu lagi dan Kayla mencubitnya lagi.
"Aku mandikan kamu ya, bener-bener mandi, janji deh nggak ngapa-ngapain," Keanu menggendong Kayla dan mendudukkan di bathup, mengusap badan Kayla dengan sambun dan mencuci rambut Kayla dengan shampo, Kayla menatap suaminya yang selalu tersenyum selama aktivitas mereka di kamar mandi.
"Kenapa senyam-senyum?" tanya Kayla dengan wajah datar.
"Kadang ada rasa nggak percaya aja, kita sampai di tahap ini, semua yang dulu hanya ada dalam bayanganku, kini semuanya jadi nyata," ujar Keanu mulai membilas badan Kayla.
"Berarti kamu m***m, membayangkan kita melakukan hubungan intim dan mandiin aku, benar Kean?" pertanyaan Kayla membuat Keanu menahan tawa, ia pandangi wajah Kayla dan mengangguk perlahan, Kayla terbelalak.
"Sejak kapan kamu punya pikiran gitu Kean?"
"Sejak sma."
****