Kayla memeluk Keanu, dan terlihat takut. Ia membangunkan sisi lain dalam diri Keanu, yang sama sekali tidak pernah dilihat dan disadari Kayla.
"Jangan lagi Kay, hampir saja kan, aku akan sangat normal jika didekatmu, aku memang jarang memulai, tapi saat kamu memulai seperti tadi, aku akan semakin sulit dihentikan, aku mencintaimu, tidak akan pernah merusakmu, kita punya cara yang halal nanti, ada saatnya Kayla, kita benar-benar tidak sadar kan Kay, kapan kita melangkahkan kaki ke kamar ini," Keanu melepaskan pelukan Kayla, menyelimuti hingga ke lehernya, menatap Kayla dengan perasaan bersalah.
"Maafkan aku," lirih suara Kayla dan memilih memiringkan badannya, tidur meringkuk, selimutnya tertarik dan Keanu membetulkan, menutupi bahu Kayla, lalu turun dari kasur memunguti baju mereka yang berserakan.
Keanu membaringkan badannya lagi di samping Kayla yang masih melamun dengan wajah menyesal, menarik selimut Kayla dan menutupi sampai pinggangnya.
"Mungkin ada baiknya aku tidak menginap di tempatmu Kay jika aku mengunjungimu, aku akan menginap di hotel terdekat saja," ujar Keanu memiringkan badannya, mengusap rambut basah Kayla karena keringat yang masih tersisa.
Perlahan Kayla mendongak menatap Keanu dan menunduk kembali. Merapatkan selimutnya ke dadanya.
"Akuuu...aku hanya tidak mengira kamu...," suara Kayla terdengar ragu.
"Sama Kay, aku tidak mengira bisa seperti tadi, maafkan aku Kay, aku terlalu kasar?" tanya Keanu yang membuat wajah Kayla memerah.
"Nggak usah dibahas, yang jelas kamu terlihat menakutkan, aku nggak akan memulai lagi," perlahan Kayla bangun, menarik selimut menutupi badannya, dan mengambil bantal menutupi badan Keanu.
Kayla duduk di tepi kasur dan selimutnya hampir terlepas, ia kaget melihat badannya, begitu juga saat Keanu melihat punggung telanjang Kayla yang dibeberapa tempat terlihat bekas aktivitas mereka tadi. Ia tidak mengira jika ia bisa semenakutkan itu. Kayla menoleh dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu apakan aku Kean, hampir disekujur tubuhku," ucap Kayla pelan.
"Akuu..aku tidak tahu juga Kay, ah begitu banyak di punggungmu, mandilah, aku antar kau ke tokomu, aku pakai sopir saja, kayaknya aku kelelahan kalo bawa sendiri, terlalu jauh," jawab Keanu sambil mengusap punggung Kayla yang akhirnya bangun dan menuju kamar mandi.
Keanu memejamkam matanya, ia merasa bersalah pada Kayla, neneknya dan oma Yasmin.
****
Sejak peristiwa terakhir di apartemen Kayla, mereka benar-benar membatasi untuk bertemu. Ada ketakutan dalam diri Kayla karena ia sadar bahwa Keanu menjadi lain saat beraktivitas seperti itu, dalam keseharian ia terlihat sabar dan mengalah, ternyata tidak jika mereka bertemu dalam pusaran napsu, saat di menginap di toko Kayla, Keanu masih saja menahan dan terlihat takut, mungkin karena mbak Ika bisa sewaktu-waktu datang, tapi saat di apartemen Kayla yang benar-benar hanya mereka berdua, Keanu terlihat sangat dominan, Kayla jadi ngeri dan tidak akan mengulang membuat kesalahan.
****
"Mas Keanu sekarang jarang ke sini ya dik Kay? " tanya mbak Ika di suatu sore.
"Akan lebih baik begini mbak, pernikahan kami semakin dekat, biar ada kangen-kangennya lah, kalo terlalu sering bersama-sama, saat nikah nanti akan jadi biasa saja," sahut Kayla sambil memeriksa pesanan bunga beberapa kliennya dalam jumlah besar.
"Yah benar dik," ujar mbak Ika tersenyum dan mengangguk pelan.
****
Suatu pagi saat Kayla sedang sibuk dengan datangnya bunga-bunga yang ia pesan, oma Yasmin tiba-tiba datang, turun dari mobilnya.
Kayla segera menghentikan aktivitasnya dan menyerahkan pada mbak Ika.
"Omaaaa ayo masuk aja," ajak Kayla melangkah ke dalam toko dan melalui lorong yang agak panjang untuk sampai ke kediamannya.
"Pernikahanmu kurang satu bulan Kayla, pulang dengan oma ya, oma akan memulai dengan perawatan badanmu mulai ujung kepala hingga kakimu, sampai paripurna lah, kamu sudah lama tidak ke salon kan sejak di sini? " tanya oma Yasmin.
"Itu nggak penting oma, tapi Kay akan ikuti saran oma," ujar Kayla pelan.
****
Saat mempersiapkan bawaan untuk pulang ke rumah, oma Yasmin terlihat ngobrol dengan mbak Ika.
"Keanu masih sering ke sini ya nak Ika?" tanya oma Yasmin.
"Akhir-akhir ini jarang ibu, kalaupun ke sini dan menginap, biasanya menginap di hotel dekat-dekat sini, dan mereka hanya jalan-jalan atau ke cafenya dik Kay berdua," jawab mbak Ika.
"Ah syukurlah, lega rasanya, ngeri juga membayangkan mereka berdua, khawatir mereka khilaf," ujar oma Yasmin.
****
Setelah menyerahkan semua urusan toko bunga dan cafe pada mbak Ika, Kayla dan oma Yasmin segera berangkat menuju rumah oma Yasmin.
Saat dalam perjalanan, notifikasi masuk ke ponsel Kayla, Kayla membuka ada pesan masuk dari Keanu..
Sudah sampe mana sayang, tadi nenek cerita kalo kamu di jemput oma untuk pulang ya, kata nenek lagi, oma Yasmin akan membuat kamu berpenampilan lain saat kita nikah, aku tak sabar menunggu sebulan lagi..
Kayla tersenyum dan membalas
Ritual yang pasti akan melelahkan, aku suka nyalon, suka perawatan, tapi nggak mau kalo diatur-atur, seandainya bisa nolak sama oma...
Lama tak ada balasan...setengah jam kemudian..
Sudahlah, ikuti saran oma, aku yakin hasilnya untuk kebaikan kita..
Kayla tersenyum mengejek..lalu membalas..
Kebaikan untuk kamu kali...
Tak ada jawaban hanya emot tertawa lebar yang dibalaskan oleh Keanu...
****
Menjelang malam mereka baru sampai, oma langsung masuk ke kamarnya dan Kayla naik ke lantai dua.
Segera mandi dan merebahkan badannya di kasur, teriakan oma Yasmin untuk makan malam hanya di jawab, iyaaaa saja oleh Kayla, namun ia tak juga beranjak dari kasurnya.
****
Pagi hari Kayla di kejutkan oleh kunjungan Defla ke rumahnya, dari mana dia tahu, mau apa, pikir Kayla.
Mau tak mau ia ke luar dan menemuinya di ruang tamu, sempat berbasa basi dengan oma Yasmin, Defla memperkenalkan diri siapa dirinya dan oma Yasmin banyak bercerita tentang kakek dan nenek Defla.
"Bisa nggak wajahmu biasa aja?" tanya Defla.
"Ada apa ke sini?" tanya Kayla tanpa senyum.
"Aku nggak punya sodara, nggak punya sahabat cewek, aku nggak tahu harus curhat ke siapa?" ujar Defla dengan suara pelan.
Kayla menghela napas dan menatap Defla.
"Aku juga gitu, aku nggak punya sodara, nggak punya sahabat cewek, jadi ya sudah bicara sama diri aku sendiri," ujar Kayla dengan ekspresi datar. Defla menghembuskan napas lagi.
"Kay seandainya kamu jadi aku gimana, aku diputus sama Jaden, aku memang salah sih, tapi akhir-akhir ini aku merasa kalau aku mulai mencintainya, kangen saat kami berdua, aku...," Defla mulai berkaca-kaca.
Kayla menatap Defla tanpa ekspresi..
"Pastikan perasaanmu dulu, bener nggak kamu kangen sama dia, bukan cuma pelampiasan karena Keanu akan menikah," ujar Kayla lagi.
"Kau mau ngasi saran apa ngejek?"tanya Defla dan Kayla menghela napas.
"Kamu ini kaya tapi b**o, denger aku baik-baik, pastikan dulu perasaanmu, siapa yang paling dominan dalam kesendirian kamu sekarang ini, kalo yang bersiweran di mata kamu Keanu ya berarti masih Keanu yang ada di hati kamu, tapi kalo mulai merasa kangen, ingat bagaimana sabarnya Jaden ngadepin kamu yang gila, ingat saat indah kalian berdua, mau tunggu apa lagi, datangin dia, kejar kebahagiaan kamu, ck beneran ngasi saran malah dikira ngejek," ujar Kayla kesal.
Defla memberengut, ia harus mengakui saran Kayla benar.
"Trus aku harus ngomong apa kalo ketemu dia?" tanya Defla lagi.
"Haduuh ya Allah, ya ngomong baik-baik, duduk, bilang kalo kamu kangen sama dia, mulai mencintainya, dan tunjukkan dari sikap kamu kalo kamu beneran suka ke dia, haduuuu masa gitu aja bingung, meluk-meluk Keanu nggak pake nanya-nanya, ini mau ngomong sama mantan tunangan pake acara bingung, " ujar Kayla kesal dan Defla mengerucutkan mulutnya.
Saat keduanya diam dengan pikiran masing-masing tiba-tiba Keanu dan Jaden muncul di ambang pintu, kaget melihat Defla pagi-pagi duduk berhadapan dengan Kayla.
"Keanu...,"
"Jaden...,"
Keduanya bersuara bersamaan.
****