#13

1034 Words
Mereka sarapan tanpa suara, hanya dentingan sendok dan garpu ke piring yang sesekali terdengar. Sesekali mereka saling pandang dan menunduk kembali. Akhirnya Keanu terdengar membuka pembicaraan. "Kau masih marah Kay?"tanya Keanu. "Bukan marah,  kaget aja," ucap Kayla lirih. "Terbiasa aku yang memelukmu lebih dulu dan sejak kemarin selalu kamu yang berinisiatif,  dan lebih-lebih yang tadi,  aku nggak nyangka aja,  tapi yaaa kalo dipikir harusnya wajar aja sih, kamu laki-laki normal, suatu saat keinginan seperti itu akan muncul," ujar Kayla lagi. "Kau mau kan menikah denganku?" tanya Keanu setelah mengakhiri sarapannya. Kayla mengangguk pelan, dan menatap Keanu. "Kapan, berapa lama lagi?" tanya Keanu. "Kamu maunya kapan?" tanya Kayla sambil meraih air putih mengakhiri sarapannya. "Besok," Keanu menatap Kayla dengam mesra. "Ck..ayolah Kean,  kamu maunya kapan?" tanya Kayla berdecak. "Kalo tanya mauku,  aku ingin secepatnya, kamu maunya kapan Kay? " Keanu balik bertanya pada Kayla. "Enam bulan cukup?" tanya Kayla dan Keanu mengangguk, binar di matanya tak dapat disembunyikan. Terdengar langkah kaki masuk dan terlihat mbak Ika. "Dik Kay,  ada klien hendak memesan bunga dalam jumlah banyak untuk pernikahan, sudah sejak kapan hari dia ke sini,  tapi waktu itu dik Kay menemui oma." "Laki-laki,  apa perempuan mbak Ika?" tanya Keanu. "Laki-laki," jawab mbak Ika dan Keanu ikut berdiri saat Kayla melangkah ke toko. **** "Kaaaay,  Kaylaaaa...," terdengar suara berat dan kaget dari arah toko bunga. Dan Kayla tercengang lalu tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Laki-laki berwajah oriental itu tak kalah kaget dan memeluk Kayla sekilas dan melepasnya lagi, Keanu menatap mereka dengan tatapan tajam tanpa senyum. "Bhas, bagaimana mungkin kamu di sini?" tanya Kayla masih tidak percaya. "Justru aku yang kaget kita bisa ketemu lagi,  aku kehilanganmu Kay,  setelah lulus kau kemana?" tanya teman Kayla dan menatap Kayla sambil menelusuri semua wajah Kayla. "Justru aku nggak kemana-mana masih di Brisbane dan kerja di sana,  cuman sekarang aja aku ganti usaha, lagi males aja,  enak di sini,  tenang, eh iya,  kenalkan ini," Kayla baru ingat jika Keanu ada di belakangnya. Keanu mengulurkan tangannya dan teman Kayla menyambut dengan ramah. "Bhaskara." "Keanu,  calon suami Kayla." "Oh yaaaa,  ah selamat Kay," ujar Bhaskara menatap Kayla yang terlihat bingung dan kaget. "Eeemmm anda memesan bunga untuk pernikahan anda?" tanya Keanu. "Bukaaan,  ini untuk pernikahan adik saya," ujar Bhaskara menjelaskan,  Keanu menggangguk dan meninggalkan mereka berdua. **** "Diakah alasan mengapa kau selalu menolakku, setahuku selama kita menempuh pendidikan yang sama,  baik waktu strata satu atau saat di magister, kamu tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun? " tanya Bhaskara pada Kayla saat mereka duduk di sofa ruang tamu toko bunga. Kayla menghembuskan napas berat dan diam tak segera menanggapi. "Benar kan Kay?" tanya Bhas lagi. "Mungkin Bhas,  dia sahabat kecilku, sampai aku baru menyadari jika aku sangat membutuhkannya setelah aku berusaha mengingkari hatiku bertahun-tahun, dia setia menungguku, ternyata aku baru meyakininya beberapa waktu lalu,  jika aku juga sangat mencintainya," sahut Kayla pelan dan Bhas tersenyum meski terdengar pahit di telinganya. "Kamu mengapa bisa di sini Bhas?" tanya Kayla. "Aku punya usaha agrowisata di sini Kay, papa menyerahkannya padaku, beliau sudah capek," kata Bhaskara menjelaskan. **** "Sudah pulang temanmu? " tanya Keanu dan Kayla mengangguk. "Suka padamu juga dia kelihatannya," ujar Keanu pelan. "Kami hanya berteman, kami cepat akrab karena dari negara yang sama,  dan dia tahu jika aku tak pernah punya perasaan lain padanya, tahun-tahun terberat waktu itu, saat pertama aku menjalani hidup tanpa mama, papa dan kamu juga," suara Kayla tercekat dan Keanu segera berdiri, merengkuh kepala Kayla ke dadanya. "Jika kau sakit karena jauh dari aku,  aku juga merasakan hal sama,  hanya karena kebencianku padamu saat itu mengaburkan perasaanku, fotomu tetap aku bawa ke Brisbane, di kamarku,  di dompetku juga,  hanya kalung ini yang sempat aku lepas selama sepuluh tahun, kini aku pakai lagi," air mata Kayla perlahan membasahi d**a Keanu. Keanu mengusap rambut Kayla. "Jangan bercerita itu lagi,  biarlah masa sepuluh tahun lewat Kay, aku tidak ingin kita kembali ke masa itu,  kita nikmati hari-hari selanjutnya," Keanu menangkup pipi Kayla dengan dua tangannya, mendekatkan bibirnya dan mengulumnya lembut, lalu ia lepaskan saat mendengar pintu terbuka. "Maaf mengganggu, ada oma Yasmin baru turun dari mobil, dik Kay," ujar mbak Ika mengejutkan. Keanu melepas pelukannya dan bergegas ke toko bersama Kayla. **** "Loh Keanu masih di sini? " tanya oma Yasmin. "Iya oma, rencananya nanti sore mau balik," jawab Keanu,  padahal ia masih ingin sehari lagi menemani Kayla. "Oh iya iya, cepatlah pulang,  kasihan nenekmu,  jangan biarkan ia sendiri," ujar oma Yasmin. "Ayo masuk,  mumpung kalian berdua di sini,  ada yang mau oma bicarakan dengan kalian," oma Yasmin melangkah ke dalam diikuti pandangan bingung Keanu dan Kayla. **** "Kay dan kau,  Keanu, oma ingin kalian segera menikah,  sebelum ke sini oma bicara banyak dengan Tita juga,  ia setuju jika kalian menyegerakan pernikahan," oma Yasmin melihat keduanya yang tanpa senyum hanya diam dan sesekali saling pandang. "Banyak hal yang kami kawatirkan,  kalian terlalu lama memendam rindu, lalu sekarang malah berdua begini apa tidak berbahaya?" ujar oma bersemangat. Kayla dan Keanu tercengang dan Kayla yang memulai berbicara. "Omaaa kami tahu batasan, apa oma tidak percaya pada kami?" tanya Kayla. "Hmmmm takut nafsu kalian ngalahkan akal kalian,  itu aja kekawatiran oma," ujar oma Yasmin dengan wajah mengerikan. "Kami sudah tetapkan tiga bulan lagi kalian menikah?" ujar oma Yasmin. Omaaa?" suara Kayla dan Keanu menjerit bersamaan dengan ekspresi berbeda. Wajah Kayla yang bingung dan wajah Keanu yang tampak bahagia. **** "Omaaa, oma bisakah diundur?" tanya Kayla setelah Keanu pamit meninggalkan Kayla dan oma Yasmin karena mendadak neneknya menelpon tidak enak badan. "Mau diundur gimana,  oma mau tanya dan jawab jujur,  oma tadi masuk ke kamar satunya,  kasur bersih tanpa bekas ditiduri tubuh seseorang, artinya kalian tidur sekamar,  sekasur kan, mau mengelak lagi, Keanu belum pernah dekat secara intens dengan wanita kata Tita,tapi namanya laki-laki,  naluri seperti itu tidak butuh pengalaman,  mereka akan bisa secara alamiah,  dan kamu masih belum mengaku,  benar kan kata-kata oma?".Yasmin terlihat puas menatap wajah cucunya yang menunduk tak menjawab. "Oma sudah terlalu tua untuk kamu bohongi Kayla," ujar Yasmin lagi. "Ingat, tiga bulan lagi, jangan membantah,  apa yang kamu risaukan,  enggan melepas masa lajang,  atau masih mengharap siapa itu yang ada di Brisbane sana?" tanya Yasmin dengan wajah kesal. "Omaaaa," Kayla merasa seperti beribu-ribu lebah di telinganya sakit dan menusuk berkali-kali. *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD