Keanu mengusap bibir Kayla, menatapnya dengan tatapan takjub.
"Hmmm sahabat kecilku, ekspert banget nyiumnya, sampe aku kehabisan napas, berapa bibir dah kamu rasakan, eh maaf jangan marah aku cumam bergurau," ujar Keanu sambil meredakan deru napasnya dan memeluk Kayla lagi.
Kayla memukul d**a Keanu pelan.
"Kamu kira aku palyer apa, baru juga dua kali, yang pertama dah mati, mangkel aku, kamu yang kedua," ujar Kayla cuek dan memunggungi Keanu.
Keanu tertawa pelan, mengusap lengan Kayla, dan menempelkan kepalanya ke punggung Kayla.
"Boleh aku nanya, berapa tahun kamu pacaran sama dia dan kenapa putus?" tanya Keanu dan tangannya mulai mengusap perut Kayla.
"Dua tahun, dan aku putus karena dia balik ke mantan istrinya, aku tidak begitu sedih juga sih, mangkel aja, begitu mudahnya aku dikhianati," ujar Kayla pelan.
Keanu bangun dan membalik Kiara, menatap matanya dengan lekat tanpa senyum.
"Keanuuu tidak ada yang kurang dari aku, aku memang berpacaran dengan laki-laki yang pernah menikah, tapi aku masih bisa jaga diri, aku masih utuh Kean, aku tahu maksud tatapanmu, kita bersama sejak kecil, tanpa berkata apa-apapun aku tahu apa yang ada di kepalamu,"Kayla membalikkan badannya dengan kesal.
Keanu menghembuskan napas dengan berat, dipeluknya Kayla dari belakang.
"Aku tidak menuduhmu, hanya dalam pikiranku, b******n sekali laki-laki itu, jika kembali lagi pada istrinya setelah dua tahun bersamamu, dan seandainya, seandainya Kay, kamu pernah melakukannya, aku juga tetap akan menerimamu apa adanya, apa saja bisa terjadi karena kita begitu lama berpisah," Keanu merasakan Kayla yang memegang tangannya dan menciuminya.
"Yah banyak hal terjadi selama aku di Brisbane, aku juga tak bisa benar-benar melupakanmu, dia pernah marah padaku karena saat ia menciumku aku menyebut namamu, padahal aku tidak mengingat wajahmu saat itu, mengapa aku menyebut namamu tanpa sadar, entahlah,".ujar Kayla pelan.
Keanu membalik badan Kayla menghadapnya lagi, menatap wajahnya yang tiba-tiba sedih.
"Tahun awal kami berhubungan, aku selalu salah memanggil namanya dengan namamu, sampai ia mengira aku punya hubungan dengan laki-laki lain, sebenarnya aku juga bingung dengan perasaanku, cinta, atau hanya karena kami rekan kerja di kantor yang terbiasa bersama dan akhirnya suka," Kayla menelusuri wajah Keanu dengan jarinya.
"Dia masih sering menemui istrinya karena ada anak diantara mereka tapi aku tak pernah berpikir jika mereka melakukan lebih dari itu, sampai akhirnya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, di apartemennya dia tidur dengan mantan istrinya, saling memeluk dengan punggung telanjang dalam selimut, so apa yang harus aku pertahankan, akhirnya aku benar-benar mengundurkan diri dari perusahaan itu dan kembali ke sini, di sini, bersamamu," Kayla tersenyum dan mengecup bibir Keanu sekilas.
Keanu menghela napas, lalu ia membelai rambut Kayla, mengusap pipinya pelan, seolah takut menggangu kenyamanan Kayla.
"Itu juga yang terjadi antara Defla dan tunangannya, selama berpacaran lalu bertunangan, Defla selalu salah memanggil namaku tiap bersama tunangannya itu, sampai suatu saat mereka terbawa suasana, dan Defla mendesahkan namaku, tunangannya yang menceritakan semua padaku, dia kecewa karena disaat yang paling intim pun Defla menyebut namaku,dia berkata padaku hubungan macam apa yang akan ia hadapi dengan Defla jika setiap saat namaku yang disebut, makanya secara mendadak sebelum terlambat, ia hentikan semuanya," ujar Keanu mengakhiri ceritanya.
"Mungkinkah kau juga sebenarnya mencintaiku Kayla, hanya kau tak tahu mendefinisikannya dalam hatimu, karena kita terlalu lama bersahabat?"tanya Keanu pada Kayla, Kayla hanya mengerjabkan matanya, ia terlihat bingung.
"Entahlah Kean, selama aku jauh darimu, aku memang sering merindukanmu, tidak ada laki-laki yang mengerti apa yang aku inginkan selain kamu, aku tidak tahu apakah itu cinta atau hanya karena kita terbiasa bersama," Kayla memejamkan matanya dan menyurukkan kepalanya ke d**a Keanu.
"Aku ngantuk," ujar Kayla.
"Tidurlah, aku akan memelukmu," sahut Keanu sambil menciumi kening Kayla.
****
Dini hari sebelum subuh mbak Ika masuk ke toko bunga karena akan ada pemasok bunga yang datang pagi-pagi mengantar pesanan toko bunga milik Kayla.
Mbak Ika melangkahkan kakinya menuju kamar Kayla karena tadi malam Kayla menelpon sudah sampai di toko bunga.
Ia ketuk berkali-kali namum tak ada jawaban. Akhirnya ia membalikkan badannya menuju toko, Kayla pasti tidur sangat nyenyak pikirnya.
Namun langkahnya terhenti saat mendengar Keanu memanggilnya dan mbak Ika kaget.
"Loh mas Keanu ?"
"Mbak ada perlu sama Kay, saya bangunkan ya? " tanya Keanu.
"Iya ini bunganya sudah datang, jenisnya dan warna apa aja karena kemarin mbak Kay nggak ngasi rincian pesanan ke saya, saya takut salah mas," sahut mbak Ika.
"Oh ya, bentar mbak," Keanu masuk ke kamar, mendekati Kayla yang masih nyenyak menciumi kening, pipi dan bibirnya, Kayla menggeliat dan menemukan wajah Keanu di depannya dengan senyum mengembang.
"Bangun sayang, mbak Ika nunggu tuh di depan, bunganya dah datang katanya," Keanu mengusap lengan Kayla dan Kayla bangkit perlahan.
Mbak Ika tersenyum mendengar suara Keanu yang membangunkan Kayla.
"Hah mbak ada di depan kamar maksudmu, duh malunya, kamu, kamu tadi yang nemui mbak Ika?" tanya Kayla dan Keanu menagngguk menahan tawa.
"Kenapa sih, lagian kita nggak ngapa-ngapain," sahut Keanu.
"Ah aku merasa nggak enak aja," kata Kayla sambil melangkahkan kakinya, meraih jaket dan memakainya.
"Eh mbak Ika, yuk kita ke toko, maaf lama menunggu," Kayla meraih tangan mbak Ika dan melangkah bersama ke toko.
****
"Kapan nyampe dik Kay?"tanya mbak Ika sambil mengatur posisi bunga di toko mereka.
"Tadi malam, dah larut banget baru nyampe sini mbak," sahut Kayla, ada rasa tak enak pada mbak Ika.
"Semoga dik Kay sama mas Keanu baik-baik saja dalam memulai hubungan yang serius, saranku lebih baik kalian menikah, terlalu lama kalian berpisah dan saat menyadari semuanya sudah tidak ada masalah, menikahlah, itu akan lebih baik," ujar mbak Ika menatap Kayla yang sesekali menghindari tatapannya.
"Ya mbak, memang Keanu mengajak aku menikah, entah kapan aku siap," sahut Kayla pelan.
"Segerakan dik Kay, kasihan mas Keanu, terlalu lama dia menyimpan sakitnya sendiri," ujar mbak Ika memberi saran.
"Yah mbak, makasih sarannya, aku mandi dulu ya," Kayla berdiri dan melangkah menuju kamarnya.
Menemukan Keanu yang asik dengan ponselnya dan bertelanjang d**a, kaosnya berada di bahunya.
"Mandilah, aku masih ngantuk Kean," ujar Kayla sambil membuka jaketnya dan merebahkan kembali badannya di kasur.
Keanu meletakkan ponselnya dan memeluk Kayla yang tiba-tiba menjerit kaget.
"Keanu jangan macam-macam, pakai bajumu, ngeri aku melihatmu hanya menggunakan celana pendek," Kayla berusaha melepaskan belitan tangan Keanu di pinggangnya.
"Ngeri Kay, kau ngeri melihatku, kamu aagghhh Kay sssshhh," Keanu memasukkan tangan dalam kaos Kayla dan memukan Kayla yang tidak menggunakan apa-apa, Kayla menarik tangan Keanu yang mulai mengusap dadanya lembut namun sanggup membuat Kayla sulit bernapas, Keanu mengangkat kaos Kayla dan menciumi punggungnya, Kayla berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan Keanu saat Keanu membalik badannya dan bibirnya melebur di dadanya Kayla. Kayla menggigit bibirnya.
"Kean, kamu, kamu bukan jenis laki-laki seperti ini, lepaskan atau kita tidak akan pernah lepas," akhirnya Keanu melepaskan tangannya dan dan bibirnya dari d**a Kayla, wajah Keanu memerah.
"Kok gini ya Kay reaksinya, baru kali ini aku hilang kendali, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, semuanya pertama bagiku Kay, bahkan saat Defla memelukku di apartemennya, aku tidak merasakan reaksi apapun," Keanu menundukkan kepalanya dan merasakan kepalanya yang tiba-tiba pening, ia memejamkan matanya, menghembuskan napas dan merebahkan badannya di sisi Kayla.
"Makasih sudah mengingatkanku, bagiku, sungguh luar biasa reaksinya pada tubuhku, ngeri membayangkan kejadian barusan Kay, Aku sempat mengira diriku tidak utuh sebagai laki-laki, aku ingat bagaimana Defla berkali-kali menggodaku, tapi aku tak merasakan apapun, tapi dekat denganmu membuat aku selalu ingin menyentuhmu Kay, aku tidak ingin merusakmu, kau keinginan terbesar dalam hidupku, menikahlah denganku Kayla," Keanu merasakan Kayla mendekapnya dan terdengar isaknya pelan dan mengangguk.
"Terima kasih Kayla, maafkan aku, aku benar-benar hilang kendali, sekarang aku setuju pada pendapatmu saat kita sma, akan lebih baik jika aku tidak bertelanjang d**a seperti ini, sekarang baru aku merasakan ada sensasi lain saat tanganmu menyentuh dadaku," ujar Keanu dan Kayla secepatnya melepas pelukannya, menjauh dari Keanu, menatapnya dengan mata basah sambil meraih guling dan ditutupkan ke dadanya.
Keanu bangkit dari tidurnya, duduk di kasur lalu menoleh, menatap Kayla yang juga menatapnya, Keanu tersenyum, ia menundukkan badannya mencium kening Kayla dan berbisik perlahan
"I love you, Kayla....
Kayla memeluk leher Keanu...
"Love you too, Keanu...
"Jangan lagi Keanu, aku takut kita...."
"Yah, akupun takut Kay...,"
*****