#11

1335 Words
"Maafkan aku Keanu,  aku tidak bermaksud menyiksamu, yang ada dalam pikiranku saat itu,  seandainya,seandainya papamu tidak ngotot pegang kemudi pasti semuanya baik-baik saja, aku terbiasa tidur bertiga dengan papa dan mama, saat mereka tiba-tiba meninggal aku benar-benar kehilangan, seminggu aku sakit dan berteriak-teriak histeris saat bangun tidur karena di sisi kanan kiriku hanya ada bantal dan guling, bukan papa dan mama lagi, dan aku melampiaskannya padamu,  apakah aku salah,  lalu pada siapa aku harus marah jika yang aku temui papa mama yang sudah remuk, akhir-akhir ini saja,  saat aku menjauh darimu,  ada mbak Ika yang selalu mendekatkan aku pada Allah,  aku memang bukan orang yang relegius tapi sejak dekat dengan mbak Ika, dia mengingatkanku bahwa Allah memberi apa yang kita butuhkan,  bukan apa yang kita inginkan, aku mulai menerimanya sebagai takdir yang harus aku sukuri apapun bentuknya," Kayla masih memeluk Keanu dan melepasnya pelan, ditatapnya wajah tampan yang terlihat kurus dihadapannya. Keanu perlahan tersenyum, mengusap air mata Kayla dan mencium keningnya. "Yah dia wanita yang baik dan tegar, meski bertahun-tahun ditingal begitu saja oleh suaminya tanpa kabar,  dia semangat menjalani hidup demi Andian dan demi hidup yang indah ini,  begitu mbak Ika bilang padaku Kay," ujar Keanu setelah mereka duduk di sofa yang ada di pojok galeri. Kayla kaget dan tertegun.. "Bagaimana kamu bisa mengenal mbak Ika, jangan bilang kalo kamu menguntitku?" "Aku hanya ingin menjagamu dan memastikan kamu baik-baik saja," jawab Keanu sambil mengusap rambut Kayla perlahan. "Boleh aku meminta padamu?"tanya Kayla. Keanu mengangguk... "Apapun itu,  asal jangan kau suruh aku menjauhimu," ujar Keanu lagi. "Cukurlah kumis dan bulu-bulu di wajahmu,  aku nggak suka dan kamu mengapa jadi kurus begini,  aku lebih suka kamu yang gagah Kean," ujar Kayla menatap Keanu yang tiba-tiba tertawa. "Baiklah sebentar lagi akan aku cukur habis, lalu mengapa aku kurusan, ini semua gara-gara kamu yang melarikan diri, aku jadi males makan, olahraga juga nggak,  alat-alat itu sudah dua bulan ini tak kusentuh," ujar Keanu beranjak bangkit dari duduknya. "Mau kemana?" tanya Kay. "Mencukur semuanya,  sesuai permintaanmu,  ayolah ikut aku," Keanu menarik tangan Kayla. **** Keanu memandangi Kayla yang tidur meringkuk di kasur dalam kamarnya. Hal biasa yang ia lihat sejak dulu,  sebelum ada badai diantara keduanya, Kayla terbiasa tidur di kamarnya,  bahkan kaosnya juga sering dipakai Kayla meski kegedean. Keanu duduk di samping Kayla yang tertidur dengan nyenyak, diselimutinya badan mungil Kayla dan diciumnya kening Kayla perlahan. Keanu kaget saat pintu kamarnya terbuka dan tampak wajah neneknya. "Ada apa nek?" tanya Keanu. "Nenek memastikan baik-baik saja, ingat kalian sama-sama dewasa,  dan sama-sama saling mencintai,  sudah tidak sama kondisinya seperti saat kalian kecil dulu, satu kamar dalam waktu lama,  nenek kawatir akan menimbulkan hasrat lain, segeralah rencanakan menikah, itu akan lebih baik, nenek tahu kamu pasti sangat ingin menciumnya atau bahkan lebih," nenek Tita tersenyum saat cucunya terlihat gugup dan malu. "Yah aku memang akan menikahinya nek, sudah pasti itu, hanya entah kapan Kay akan bersedia,  kalau aku,  nikah besok mau nek,  terlalu lama aku menunggunya," ujar Keanu dan sekali lagi neneknya tersenyum. Keanu sangat senang melihat neneknya tersenyum bahagia,  mengingat sejak ditinggalkan oleh kakeknya,  nenek Tita jadi enggan beranjak dari kasur dan sulit bicara apalagi tersenyum. **** Yasmin menoleh pada ponselnya dan menjangkaunya di ujung kasur.. Ah Tita ada apa.. Halooo tumben kamu nelpon Cucumu ada di sini, tadi sempat bicara denganku,  lalu ke galeri lukisan trus aku melihat keduanya masuk ke kamar Keanu, lamaa nggak ke luar-ke luar,  aku datangi ke kamarnya,  eh ternyata emang pintunya nggak di tutup,  aku melihat cucumu tidur nyenyak, dan cucuku memandanginya, kita segerakan mereka menikah yuk, mereka sama-sama dewasa aku takut mereka... Haduuuh bayangan kamu yang nggak-nggak,  aku percaya sama Keanu, tapi aku juga setuju kita segerakan,  biar aku yamg ngomong ke Kay,  enaknya kapan nih Ta,  empat bulan lagi cukup? Yah yaaa segitulah cukup, jangan terlalu lama Ok dah Ya dah aku tutup dulu **** Kayla membuka matanya perlahan, mengusapnya dan menggeliat lalu memeluk guling dan sadar saat Keanu ada di dekatnya dan memandanginya. Dilihatnya wajah bersih Keanu yang mulai tersenyum menatapnya. "Eh berapa lama aku tidur,  kamu kok nggak bangunkan aku," ujar Kayla berusaha bangun namun Keanu menahannya, mendekatkan wajahnya pada wajah Kayla. "Kamu mau apa Keanu,  jangan cium aku,  aku masih belum terbiasa dengan kedekatan kita, membiasakan kita sebagai pasangan rasanya agak sulit mengingat kita terlalu lama bersahabat," ujar Kayla. "Siapa yang mau cium kamu, aku hanya ingin kamu tidur lagi,  menikmati wajahmu saat tidur lebih nikmat ternyata," Keanu menghindar saat Kayla melempar bantal ke arahnya dan terdengar tawa Keanu. "Alasan, kau kira aku tidak tahu,  sama saat kamu membantuku waktu hampir teggelam,  ketahuan mau cium aku, kamunya ngeles aja,  padahal iya pengen nyium," ujar Kayla bangun dan duduk di kasur Keanu, sementara tawa Keanu kembali terdengar dan Kayla masih saja menggerutu. "Antar aku balik Kean,  rasanya kangen sama toko bunga dan ramainya cafe, tapi mau pamit ke oma dulu," pinta Kayla. "Baiklah, ayo kita pamit nenek," ajak Keanu pada Kayla. **** Malam telah sangat larut saat Keanu dan Kayla sampai di toko bunga. Kayla membuka pintu dan mengajak Keanu masuk. Keanu tercengang saat masuk ke ruangan di belakang toko bunga yang ternyata sebuah hunian nyaman meski tidak begitu luas. Ada ruang tamu yang tak jauh dari ruang makan dan di sampingnya ada minibar, lalu dapur bersih yang bersebelahan dengan ruang makan. "Ini kamarmu, tidurlah, besok pagi-pagi sekali kau harus kembali," ujar Kayla. "Kau mengusirku Kay?" tanya Keanu dan Kayla tercengang. "Ya Allah Kean,  kau kan ngantor besok, masak aku salah ngomong," sahut Kayla. "Nggak,  besok aku akan telpon wakilku, aku masih ingin di sini, di dekatmu," ujar Keanu mendekati Kayla. "Mulai,  mulaaai,  sana masuk kamar,  bersih-bersih badan lalu tidur," Kayla melesat masuk ke kamarnya. Keanu hanya geleng-geleng kepala dan melangkah masuk ke kamar tidur kecil namun nyaman. Agak lama ia berendam di bathup, merasakan kenyaman dan ketenangan hatinya saat Kayla benar-benar mau melangkah di sisinya. Kayla tak mendengar suara Keanu sama sekali,  pasti ia tidur pikir Kayla,dibukanya pintu kamar Keanu dan ia tertegun mendapati Keanu yang bertelanjang d**a dan hanya menggunakan haduk yang dililitkan dipinggangnya. "Hmmm kan kamu yang ngintip," suara Keanu menyadarkan Kayla yang secepatnya menutup pintu kamar Keanu. Haduuuuh kenapa juga nih tangan lancang buka pintu kamar Keanu... **** Kayla duduk di sofa menonton acara televisi yang tak jelas isinya,  ia hanya mengubah-ngubah channel saja sampai Keanu keluar dari kamarnya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan. "Kebiasaanmu juga nggak berubah Kay, pakailah baju rumah yang benar, celana pendekmu terlalu pendek," ujar Keanu. "Biasanya juga gini,  masa karena ada kamu trus aku harus pake rok panjang?"  jawab Kayla. "Bukan gitu takut ada siapaaa gitu," ujar Keanu sambil duduk di dekat Kayla. Memeluk bahunya dan mendekap ke dadanya. "Akhirnya kita sampai ke tahap yang hampir aku putus asa mendapatkanmu, jangan tinggalkan aku ya Kay, jika ada sesuatu yang kamu nggak ngerti tanyakan,  jangan pernah meninggalkan aku tanpa penjelasan dariku," suara Keanu terdengar serak. "Kita tidur ya Kay," ajak Keanu dan mereka masuk kamar masing-masing. **** Kayla terbangun saat di rasakannya sapuan hangat di wajahnya,  ia kaget bukan main saat wajah Keanu sangat dekat. Kapan anak ini pindah ke sini.. Lengan Keanu melingkar dipingggangnya,  Kayla menatap wajah Keanu yang terlihat lelah,  tiba-tiba matanya berkaca-kaca,  sekian tahun menunggunya,  menahan godaan dari Defla yang cantik sangatlah tidak mudah,  apalagi wanita itu selalu menggunakan pakaian terbuka, sedangkan Kayla bisa dengan mudah jatuh ke pelukan John yang hampir saja ia serahkan segalanya pada laki-laki b******k itu. Perlahan diusapnya wajah lelah Keanu, Kayla memeluk Keanu dan menyurukkan kepalanya ke d**a sahabat kecilnya itu. "Ada apa,  mengapa kau menangis, tidurlah," ujar Keanu mengusap kepala Kayla. Kayla mendongak dan menatap Keanu dengan mata basah. Kayla mendekatkan bibirnya pada bibir Keanu dan keduanya lebur dalam keinginan yang sangat lama Keanu inginkan. Kayla meremas rambut Keanu saat merasakan ciuman laki-laki itu semakin dalam, merasakan lehernya basah dan ciuman Keanu mendadak berhenti, memeluk Kayla dengan napas menderu. "Maafkan aku, maafkan aku Kay, ah aku..aku menginginkan ini sejak lama, menikmati bibir manismu, maafkan aku jika...," Kayla mendongak menarik tengkuk Keanu dan melabuhkan kembali di bibir laki-laki yang dicintainya. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD