Yasmin melihat keduanya dari jauh dengan mata berkaca-kaca. Dengan Terburu-buru ia mengambil ponselnya dan mencari nomor Tita.
Lama menunggu dan terdengar suara lemah sahabatnya..
Ada apaaaa, aku malas bicara..
Iya iya aku tahu, maaf mengganggumu, ada kabar bagus Tita paling tidak ini akan sedikit menghiburmu, proyek besar kita kayaknya berhasil...Titaaa.. Titaaaa
........
Menangislah jika kamu ingin..
Aku bahagia Yasmin, bahagia untuk Keanu dan Kayla, aku tahu bagaimana besarnya cinta cucuku pada cucumu, bertahun-tahun ia menyimpannya dengat rapat dan saat menyatakan pada cucumu juga lama tak berbalas...
Yah semoga jalan kedepannya baik-baik saja..
Aamiiiin, terima kasih kabar membahagiakan ini Yasmin
Yasmin memasukkan ponsel ke dalam clutch dan melangkah pelan menuju Keanu dan Kayla duduk.
Menyentuh bahu Kayla yang terlonjak kaget dan menoleh dengan wajah malu menatap neneknya. Keanu melepas pelukannya pada Kayla dan berdiri dengan sopan.
"Biar saya antar oma jika oma hendak pulang, kata Kayla tadi diantar sopir kan? " ujar Keanu yang segera menuju mobilnya yang tak jauh dari tempatnya duduk dengan Kayla.
****
"Bagaimana progres proyek yang kalian kerjakan Keanu?" tanya oma Yasmin.
"Baik oma, semuanya berjalan lancar,hampir selesai mallnya, wahana permainan anak yang mungkin agak lama pengerjaannya oma," jawab Keanu.
"Ah ya ya baguslah kalau begitu, titip omamu Keanu, dia kelihatannya masih saja bersedih, Kayla kamu kan belum mengucapkan bela sungkawa, besok ke sana, sebelum kamu balik," ujar oma Yasmin.
"Ya oma, nenek memang masih saja bersedih, karena nenek memang biasa sangat tergantung pada kakek, jadi saat kakek meninggal ia bingung," sahut Keanu yang tetap berkonsentrasi memegang kemudi.
"Biar besok saya yang akan menjemput Kayla jika akan mengunjungi nenek," ujar Keanu lagi.
Kayla hanya mengangguk dan wajahnya menatap lurus pada jalanan di depannya.
****
Kayla menatap langit-langit kamarnya, sedari tadi dia hanya berpikir, benarkah keputusan yang ia ambil dengan menerima Keanu melangkah di sisinya, perlahan dan pasti ada semacam keterikatan Kayla pada Keanu yang tak bisa ia pungkiri.
****
Keanu menatap belasan lukisan Kayla di galerinya. Ia duduk dan menatap satu persatu lukisan wajah Kayla dengan berbagai pose.
"Tidak percuma aku melukis wajahmu Kay, selama penantian belasan tahun, perjuangan melukis wajahmu karena tiap goresan ada air mata dan kesakitan yang tiada tara, perjuangan membawa lukisan ini dari SG ke rumah ini hanya agar tidak rusak dan tergores, kini kita akan melangkah bersama, semoga tak ada air mata lagi, aku mencintaimu Kay sejak belasan tahun yang lalu... "
Keanu menyentuh kalungnya, mengusap liontingnya dan mengecupnya berulang sambil memejamkan matanya.
****
Keanu tertegun menatap Kayla yang telah berdiri di hadapannya, menggunakan dress selutut warna pink nude, sling bag dan sneakers warna putih. Sejenak ia seperti melihat Kayla remaja dihadapannya.
"Kenapa rambutmu dipotong, kapan dipotong, tadi malam rambutmu masih tergerai sebahu?" tanya Keanu tak henti menatap wajah Kayla.
Kayla menunduk dan menatap wajah Keanu yang duduk di hadapannya dengan celana jins dan kemeja warna krem yang lengannya dilipat sesiku.
"Enak gini aja, simpel, nggak ribet, tadi aku nelpon hair stylis langgananku, kebetulan dia disalonnya juga nggak sibuk, jadi mau aja pas pagi-pagi aku suru ke sini," sahut Kayla masih tetap menunduk.
"Aku lebih suka rambutmu tergerai sebahu, ah tapi tak apa, kau tetap cantik dengan tampilan bagaimanapun?" ujar Keanu sambil menatap Kayla dengan lembut.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Kayla dan Keanu mengangguk lalu berdiri meraih kunci mobilnya di meja.
"Mana oma, aku mau pamit?" tanya Keanu.
"Entahlah, pagi-pagi sekali oma ke luar, ada perlu katanya," jawab Kayla.
****
"Kamu sudah sarapan Kay?" tanya Keanu.
"Males, tadi habis potong rambut, sempat tredmill bentar, setelah itu maunya makan tapi ketiduran, cuman sempat minum aja," ujar Kayla tanpa menatap mata Keanu.
"Cari sarapan ya Kay, ke cafeku aja ya? " ajak Keanu dan Kayla mengangguk.
"Kamu punya cafe?" tanya Kayla.
"He'eh, menunya rata-rata menu kesukaan kamu waktu sma dulu dan aku combine sama menu yang lain, nama cafenya Kayla's taste," Keanu tersenyum pada Kayla yang samar-samar ia lihat mulai tersenyum juga.
****
Keanu menggandeng tangan Kayla masuk ke cafenya dan badan Kayla mendadak menegang saat dilihatnya Defla Halim di dalam cafe dan membentangkan tangannya hendak memeluk Keanu.
Namun Keanu segera mendekap tubuh mungil Kayla, dan Defla menurunkan tangannya.
"Kapan datang dari Johor, bukankah katamu kau takkan kembali?" tanya Keanu kaget.
"Aku kangen kamu, pertanyaanmu membuatku sakit, seolah kau tak menginginkan aku," jawab Defla manja. Dan terdengar tawa Keanu dan tangannya tetap di bahu Kayla, bahkan sesekali mengusapnya.
"Oh yaaa, ah ya aku perlu memberitahumu bahwa kami akan segera menikah, terima kasih sayang sudah bersedia menikah denganku," Keanu mencium ujung kepala Kayla sambil memejamkan matanya.
Kayla mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi, karena ia melihat wajah kecewa Defla dan melihatnya berdiri, mendekati mereka berdua.
"Selamat Keanu, akhirnya kau benar-benar mewujudkan mimpimu yang aku pikir takkan pernah terjadi," ujarnya pelan dan menatap tajam wajah Kayla.
"Kau menanamkan kesedihan padanya bertahun-tahun, anehnya lagi, ia dengan bodoh menunggu ketidak pastian darimu, dan aku tak tahu apa yang membuatnya tergila-gila padamu."
Defla berlalu dari hadapan mereka dan berbalik di pintu.
"Aku benar-benar takkan pernah kembali ke negara ini lagi Keanu, tadinya aku berharap kau menyembuhkan lukaku."
Defla menghilang di balik pintu dan Keanu melepaskan dekapannya.
"Duduklah, kau mau sarapan apa?" tanya Keanu.
"Bisa kau jelaskan dulu, mengapa tiba-tiba kau mendekapku, mengatakan kita akan menikah, pasti ada alasan, aku tidak akan makan sebelum kau menjelaskan semuanya," pinta Kayla.
Keanu menghembuskan napas, menarik tangan Kayla untuk duduk dan menatapmya dengan dalam.
"Baiklah, akan aku jelaskan semuanya, kau dengarkan saja, jangan memotong, tapi berjanjilah, bahwa kau takkan menjauh dari ku lagi," pinta Keanu.
"Yah, aku berjanji," ucap Kayla menatap tangannya yang ada dalam genggaman Keanu.
"Setelah kita berpisah, kau melanjutkan kuliah ke Brisbane, aku akhirnya ke SG, sejak awal kuliah dia memang menyukaiku, berbagai cara dia lakukan agar aku dapat mencintainya, tapi aku selalu mengatakan akan menunggu seseorang, suatu saat ia datang ke galeriku dan melihat beberapa lukisan wajahmu, aku mulai bercerita kisah kita, dia tetap tak percaya, mengira aku berkhayal dan mengada-ada sampai aku perlihatkan foto-foto kita, sejak kecil sampai sma, sampai akhirnya dia putus asa dan mulai dekat dengan teman kuliahku, lain jurusan, mereka terlihat serius, dan bertunangan beberapa waktu lalu," ujar Keanu panjang lebar.
"Benar dugaanku, saat dia bergelayut manja padamu waktu peresmian butik nenekmu, aku melihat hal yang tidak wajar, dia lebih terlihat manja padamu daripada tunangannya," Kayla menghembuskan napas dengan berat.
"Benar kan jika aku marah padamu saat family gathering, mana ada sabahat sampai meluk-meluk kayak gitu, dan kamu seperti menikmatinya," ujar Kaypa pelan.
"Kay please, jangan mulai lagi, aku tak pernah mencintainya, bahkan setelah bertahun-tahun dia berusaha, aku mencintaimu sejak awal kita masuk sma, sejak aku merasa mulai berdebar jika kau sedih dan memelukku, aku bertahan menunggumu bertahun-tahun, sampai akhirnya kita sampai ke titik ini dan kamu masih curiga padaku?" tanya Keanu menatap Kayla semakin dekat dan tangan Kayla ia ciumi jemarinya.
"Dan salah satu usahamu agar ia menjauhimu dengan mengatakan kita akan menikah kan? " tanya Kayla.
Keanu mengangguk dan berkata...
"Aku memang akan menikahimu, tapi terserah kapan kamu siap," ujar Keanu melambaikan tangan memanggil staffnya dan terlihat memesan sarapan untuk mereka berdua.
****
"Terima kasih Kayla, telah membuat cucu nenek bahagia," nenek Keanu memeluk Kayla sambil menangis, saat Kayla berada di rumah Keanu.
"Kau tahu, bertahun-tahun ia menunggu saat-saat seperti ini, selalu meyakinkan dirinya bahwa kau akan melangkah bersamanya, meski di depan nenek dia selalu menyangkal, tapi belasan lukisan wajahmu di galerinya, tak bisa memungkiri hatinya, masuklah ke galerinya, biar kau tahu, apa yang ia rasakan padamu bertahun-tahun," ujar Tita pada Kayla.
Ada rasa tak enak dalam diri Kayla, seolah ia yang menyebabkan kesakitan dalam hati Keanu.
"Nenek istirahat dulu ya Kay, silakan jika ingin ke galeri Keanu, terima kasih sudah mengunjungi nenek," ujar Tita sambil merebahkan badannya dan Kayla berusaha tersenyum lalu ke luar meninggalkan nenek Keanu di kamarnya.
****
Kayla tertegun saat Keanu menariknya untuk masuk ke dalam galeri lukisan milik keluarga Keanu.
Ia melihat beberapa lukisan dirinya dalam berbagai pose, diantara lukisan yang dibeli dari pelukis terkenal dan beberapa karya nenek Tita juga.
Yang membuat Kayla tertegun agak lama, ada lukisan dirinya dan Keanu dalam balutan busana pengantin.
"Apa yang ada dalam pikiranmu, mengapa melukis seperti ini?" tanya Kayla.
"Aku hanya meyakinkan diriku saat terpuruk dan melarikan diri ke SG, bahwa aku akan dapat memilikimu, tiap melihat lukisan itu aku selalu bersemangat menjalani hidup bahwa kau akan benar-benar melangkah di sisiku," Keanu menatap Kayla yang matanya berkaca-kaca dan tiba-tiba memeluknya dengan erat.
****