Telpon di ruang kerja Kayla berbunyi, ternyata sekretarisnya...
Ya Sinta..
Ada tamu ibu memaksa masuk, saya sudah bilang agar harus janjian dulu karena sebentar lagi ibu meeting, ini maksa banget bu, penting katanya..
Hmmm suru masuk aja...
Baik bu
Kayla meletakkan teleponnya dan terlihat wajah Bagas saat pintu terbuka dan tersenyum lebar melihat wajah cantik Kayla.
"Ada apa ke sini, kita tidak ada urusan," kata Kayla mengalihkan matanya pada komputernya lagi.
"Aku hanya mengingatkanmu bahwa kamu masih punya hubungan dengan perusahaan papa yang kini aku pegang," ujar Bagas mendekati Kayla, mendekatkan wajahnya pada wajah Kayla. Kayla mendorong Bagas lalu terdengar tawanya membahana, Kayla berdiri di depan Bagas dengan tatapan marah.
"Tidak usah sok menolak, yang kapan hari kamu menikmati ciumanku, malah kau mendesah dan...," Bagas tak sempat meneruskan karena tiba-tiba...
Plaakk...
Tamparan Kayla mengenai pipi Bagas, Bagas memegang tangan Kayla sambil tersenyum menggoda, sekuat tenaga Kayla berusaha melepaskan diri dari genggaman Bagas.
"Apakah sahabat kecilmu tak mengatakan bagaimana kau pasrah saat aku ciumi, hahahah dia hanya mampu melihatmu tanpa mampu memilikimu, semua teman-teman sma tahu jika dia mencintaimu diam-diam, tak ada yang murni persahabatan laki-laki dan perempuan, ingat itu," kata Bagas lagi dan mendekatkan wajahnya pada wajah Kayla, sekuat tenaga Kayla menjauh dari wajah Bagas dan berusaha melepaskan genggaman tangan Bagas.
"Lepaskan atau kau akan merasakan lagi pukulan seperti tempo hari," tiba-tiba Keanu sudah berdiri di pintu dan Bagas melepaskan genggamannya sambil tertawa nyaring.
"Sungguh pasangan yang aneh, yang laki-laki tak juga mendapatkan cinta dari sahabat kecilnya dan yang wanita juga tidak jelas siapa pasangannya, ok lah aku akan kembali lagi Kayla, tidak enak rasanya aku berada di ruangan yang tiba-tiba panas ini," Bagas berlalu dari hadapan keduanya.
"Ada urusan apa kau dengan dia, tak cukupkah peristiwa di toilet waktu sma dulu, seandainya aku tidak menemukanmu, selesai sudah nasibmu," ujar Keanu mengingatkan Kayla.
"Bukan urusanmu, dan lagi aku tidak mengundangnya ke sini," sahut Kayla mengambil agenda yang disiapkan oleh sekretarisnya untuk meeting dengan Keanu dan beberapa manajer.
"Jadi urusanku jika berhubungan denganmu," ujar Keanu menatap Kayla sekilas dan ke luar dari ruangan Kayla melangkahkan kakinya menuju ruang meeting yang sudah terlihat banyak orang.
***
Selesai meeting tentang proyek yang sudah mulai berjalan, Kayla melangkah cepat ke ruangannya. Keanu hanya melihat punggung gadis itu menjauh.
Kayla masuk ke ruangannya dan menyadarkan kepalanya, duduk di kursi kebesarannya dan memejamkan matanya.
Benarkah apa yang dikatakan Bagas, atau aku yang kurang peka, aku sama sekali tidak melihat perubahan sikap Keanu padaku saat sma...
Kayla memijit keningnya yang mendadak nyeri.
Dan entah mengapa tiba-tiba Kayla menangis, menelungkupkan wajahnya pada meja kerjanya, pundaknya turun naik. Ia merasa lelah, dan bergumam sendiri.
"Keanu, kau menyiksaku... "
"Maafkan aku Kay, aku tidak bermaksud menyiksamu," tiba-tiba suara Keanu terdengar jelas di dekatnya. Kayla mendongak dan mengusap air matanya, meredakan tangisnya dan mengambil tisu untuk membersikan sisa air matanya.. Ia jadi serba salah.
"Keluarlah, kita tidak ada urusan, aku ingin sendiri," ujar Kayla pelan.
"Sampai kapan kita begini Kay?" tanya Keanu pelan memandangi wajah Kayla yang sendu dan matanya yang sembab.
Kayla menggeleng dan mendongak melihat wajah Keanu yang terlihat sedih.
"Aku ingin sendiri," ujar Kayla lagi.
"Baiklah, aku balik ke kantor, selamat siang Kay," ujar Keanu menatap wajah di depannya yang terlihat lelah. Kayla tak menjawab dan kembali menangis saat punggung Keanu menjauh, menghilang di balik pintu.
"Jangan pergi Keanu, jangan pergi, peluk aku," suara lirih Kay terdengar oleh Keanu, ia belum huga pergi, masih berdiri di depan pintu yang ia biarkan sedikit terbuka. Keanu menghembuskan napas.
Mengapa sesulit ini Kay....mengapa sulit untuk menggapai cintamu..
***
"Ibu ada undangan dari kantornya Bapak Keanu," ujar Sinta saat Kayla akan beranjak pulang.
Kayla menerima undangan dan membacanya, keningnya berkerut lalu memberikan lagi pada Sinta.
"Buat pemberitahuan pada para manajer, aku males datang Sinta," ujar Kayla dengan wajah memelas.
" Ayolah ibuuu, saya pengen banget ikut, kalo ibu mau datang kan mau tidak mau saya pasti mendampingi ibu," terdengar suara Sinta yang merajuk.
"Kamu ini ya, itu cuma acara family gathering aja, perusahaan kita kan sudah ngadakan yang kapan hari," sahut Kayla terlihat malas.
"Yaaah ibuuu, kan pengen tahu kalo yang ngadain perusahaan lain, kita tamu kehormatan lagi ibu kan perusahaan rekanan, dan siapa tahu di sana saya dapat jodoh," terdengar suara Sinta yang tertawa pelan.
"Hmmm baiklah," ujar Kayla akhirnya. Dan Sinta terlihat bahagia dan bergegas keluar, Kayla hanya geleng-geleng kepala.
***
Perjalanan ke puncak Jum at sore itu sungguh menyenangkan bagi seluruh peserta family gathering, namun tidak bagi Kayla, meski ia duduk di bus patiwisata first class namun ia hampir sulit bernapas karena ia duduk di samping Keanu.
Sepanjang perjalanan mereka membisu, sampai akhirnya Keanu yang membuka percakapan.
"Sejak kapan kau lepas kalungmu?"
"Ada di laci aku simpan," jawab Kayla.
"Aku bertanya sejak kapan kamu lepas?" tanya Keanu lagi dengan suara pelan.
"Apakah harus aku jawab?" Kayla balik bertanya.
"Aku hanya ingin tahu saja, jika kau tak mau menjawab ya sudah," ujar Keanu akhirnya. Kembali mereka membisu. Sampai akhirnya tiba ditempat yang dituju, semua mengeluarkan barang bawaan masing-masimg dan mulai mendapatkan kunci kamar hotel tempat mereka menginap.
Kayla melangkah diiringi Keanu di belakangnya. Dan saat Kayla masuk ke kamarnya ia baru tahu jika kamar Keanu berada di depan kamarnya.
***
Kayla merebahkan badannya sejenak karena sebentar lagi makan malam.
Setelah mandi Kayla segera menggunakan celana jinsnya, kaos lengan pendek berkrah dengan warna fuscia dan wedges dengan warna senada.
Saat akan meraih sling bagnya ia mendengar ketukan di pintu.
Muncul wajah Keanu yang menatapnya tanpa berkedip.
"Kita ke ball room sekarang, aku mau membuka acara dan dilanjutkan makan malam, lalu pemberian penghargaan pada beberapa karyawan yang berdedikasi tinggi pada perusahaan."
***
Keanu menarik tangan Kayla agar duduk di dekatnya. Sampai acara selesai Keanu tak melepaskan Kayla menjauh darinya.
Jam sebelas malam acara selesai, semua kembali ke kamar masing-masing karena besok acara permainan sangat padat.
***
Saat Kayla akan masuk kamarnya, Keanu menahan pintu dan masuk ke dalam kamar Kayla. Tentu saja Kayla kaget.
"Ada apa?" tanya Kayla.
"Aku hanya ingin berbicara berdua denganmu," ujar Keanu menutup pintu.
Kayla duduk dan Keanu menghempaskan pantatnya di dekat Kayla.
"Kau masih membenciku?" tanya Keanu tanpa melihat Kayla.
"Entahlah," jawab Kayla.
Lama dan hening...
"Aku mencintaimu Kayla," suara Keanu terdengar parau. Dan Kayla menatap Keanu dengan tatapan kaget namun entah mengapa ia jadi berdebar dan tak berani menatap wajah Keanu.
"Begitu tiba-tiba?" akhirnya terdengar suara Kayla sambil mendesah pelan.
"Tidak, sejak tiga belas tahun yang lalu, hanya aku tidak punya keberanian," ujar Keanu lagi.
"Berarti kau telah mengkhianati persahabatan kita, aku tulus menganggapmu sahabatku," Kayla menatap wajah Keanu. Dan Keanu menatap wajah mungil di sampingnya.
"Aku tulus mencintaimu Kayla, apakah itu disebut sebuah pengkhianatan?" tanya Keanu lagi.
Kayla hanya menunduk tak menjawab sepatah katapun.
"Kau tak harus menjawab, bahkan kau tak harus mencintaiku, aku akan selalu berada di dekatmu, meski kau tak ingin dan tak kamu minta," Keanu berdiri dan melangkah ke pintu.
"Keanu...," suara Kayla terdengar pelan.
Keanu berbalik dan melihat mata Kayla yang berkaca-kaca, Keanu mendekat dan mendekap kepala Kayla ke dadanya.
"Aku...aakuu sulit menghadapi ini semua Kean, aku tidak tahu, kadang aku tiba-tiba membencimu, kadang..," tangan Keanu menutup bibir Kayla.
"Tidak usah kau lanjutkan....tenangkan hatimu, aku tahu ini mengagetkan bagimu, tidak harus kau jawab segera, jika kau siap menerimaku, pakailah lagi kalung itu... "
Lama Kay menyandarkan kepalanya ke d**a Keanu, ia merasakan lagi kenyamanan setelah hilang bertahun-tahun, Keanu melepas pelukannya menangkup wajah mungil Kay, dan mencium keningnya sekilas, hanya sekilas dan ke luar dari kamar Kay.
"Beristirahatlah, selamat malam, Kay," Keanu menutup pintu kamar Kayla.
****