#3

1530 Words
Kay ke luar dari kamarnya, ia duduk di ruang makan, menatap dengan sedih wajah Keanu di wallpaper ponselnya. Wajah masa sma yang tidak mungkin Kayla lupa. Oma Yasmin ke luar dari kamarnya dan bergabung di meja makan. "Hmmm masih mau mengelak, masih kau pandangi wajah Keanu tanpa bosan, jawab pertanyaan oma, Kay, apakah masa 18 tahun bersama tidak membekas sama sekali, apakah benar kamu melampiaskan takdir Tuhan pada seorang anak yang juga kehilangan orang tuanya saat itu, atau oklah orang tuanya memang sengaja, apakah pantas melampiaskan pada anaknya yang tidak tahu kejadian persisnya seperti apa, pakai logikamu, percuma uang papamu menyekolahkanmu setinggi langit jika otakmu kamu turunkan sampai serendah-rendahnya di kakimu, sementara dia, Keanu tetap berharap bertemu dengan Kayla yang menemaninya selama 18 tahun," emosi Yasmin pada cucunya sudah tak tertahankan. Kayla menahan air matanya yang hendak tumpah, dadanya bergejolak dan segera berlari ke kamarnya meninggalkan neneknya yang berteriak memanggilnya. Namun Yasmin puas, dengan tidak menjawabnya Kayla pada pertanyaannya berarti benar dugaanya, Kayla pun tak bisa melupakan Keanu begitu saja. Tuhan bagaimana caraku menyadarkannya.. *** Kayla menangis sejadinya, teringat kembali pada pengkhianatan John, dan cacian omanya membuat dadanya semakin sesak, Kayla memeluk guling dan menangis dengan keras. Mengingat papa dan mamanya, mengingat pelukan Keanu jika ia bersedih seperti ini. "Keanuuu..keanuuuu mengapa kita jadi seperti ini, aku merindukan saat-saat kita dulu, di manapun aku berada, aku tak bisa lepas dari bayanganmu, tapi aku membencimu, membencimu tanpa batas jika mengingat almarhum papa dan mama yang meninggal dengan cara mengenaskan...," Kayla memukul-mukul dadanya. Yasmin, hanya bisa menahan tangis melihat kesakitan cucunya, ia menatap Kayla dari celah pintu yang tak sempat di tutup. *** "Mau ke mana Kay?" tanya Yasmin pada cucunya. "Ke luar bentar oma, ke cafe dekat-dekat sini," sahut Kayla sambil pamit pada neneknya. *** Kayla duduk di dekat jendela, memperhatikan keramain jalan raya. Dan menghembuskan napasnya berkali-kali mengingat hubungannya dengan John yang meski sejak awal ia tidak sepenuhnya mencintai John, Kayla tetap merasa dikhianati. Dua tahun bukan waktu yang singkat,sejak awal mereka memulai hubungan, John selalu memastikan bahwa dia akan segera mengakhiri pernikahannya dengan istrinya. Kayla melihat sendiri bagaimana surat-surat perceraian itu diurus, sampai akhirnya selesai. Juga perkenalannya dengan Pamela, anak John dengan mantan istrinya juga bukan hal yang mudah karena anak kecil itu sejak awal sudah menampakkan ketidaksukaannya pada dirinya, sering jika mereka makan bertiga, maka sejak awal John akan dibuat menjauh darinya. Harus Kayla akui, dia bukan orang yang mudah akrab dengan anak kecil, jadi bermanis-manis muka adalah usaha terberat darinya. Sampai akhirnya harus berakhir mengecewakan hubungannya dengan John, Kayla harus menyukuri banyak hal, termasuk kehormatannya yang masih utuh sampai saat ini. Kayla tersadar dari lamunannya saat pesanannya datang. Sejenak ia menyisir tiap sudut cafe dan mendadak hatinya berdebar saat melihat sosok Keanu di pojok cafe. Berjarak agak jauh dari Kayla duduk, memudahkan Kayla menatap laki-laki jangkung itu dari tempat duduknya. Kayla bersyukur ia dibatasi oleh partisi ruangan cafe. Sekali lagi Kayla menoleh ke kanan dan ia melihat sinar memancar dan meredup dari balik kemeja Keanu yang kancingnya dibiarkan terbuka satu. Ah dia masih memakai kalung itu, kalung berinisial nama kita, aku sudah melepasnya sejak lama, dan menempati sudut laci di meja rias. Aku tidak mau rasa sakit itu terus mengikutiku Keanu. Tak lama Kayla melihat Keanu didatangi oleh seorang wanita yang berpenampilan sederhana, duduk di dekatnya dan mereka terlihat sangat akrab, meski yang dilihat oleh Kayla wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk saja. Kayla menatap dengan intens wanita yang berada di dekat Keanu, ia merasa pernah melihat wanita itu, tapi di mana, ah iya dia mengingat jika wanita itu adalah sekretaris Keanu yang ia temui sebelum masuk ke ruangan Keanu tempo hari. Ada apa mereka di sini, apakah mereka punya hubungan spesial, ah masa bodoh bukan urusanku. Kayla mulai menikmati minumannya dan berusaha untuk tidak selalu menoleh ke kanan. Perlahan ia nikmati potato wedgesnya dan meneguk perlahan blue marinenya. Saat menoleh ke kanan ia kaget tiba-tiba ada badan menjulang di dekatnya. "Boleh aku duduk Kay," suara berat Keanu menyadarkannya. Ia diam saja dan Keanu duduk di sampingnya tanpa ia persilakan. Keanu duduk menghadap Kayla sementara Kayla masih menghabiskan minumannya. "Kay, tidak bisakah kita seperti dulu, sepuluh tahun berlalu dan kau masih..... ," tiba-tiba Keanu memeluknya dari samping, ia tenggelam dalam badan besar Keanu, sejenak Kayla menikmati kembali saat-saat ia rapuh dan Keanu selalu datang sebagai kakak yang mendamaikan. Namun sesaat kemudia Kayla mendorong badan Keanu, menatap matanya sekilas dan berdiri meninggalkan Keanu yang menatap punggung Kayla menjauh. Kayla berjalan cepat menuju mobilnya. Duduk di belakang kemudi dan meletakkan keninganya di sana. Perlahan Kayla menangis. Keanu...Keanuuuu aku merindukanmu, tapi bayangan mama dan papa yang remuk dan hilang bentuk membuatku tak mampu menerimamu utuh....aku merasakan dekapmu yang semakin mendamaikan, juga mata sedihmu yang membuat aku ingin balas memelukmu namun akan selamanya sekat ini ada, entah sampai kapan..... *** "Bapak ada masalah sama pacar Bapak?" tanya Bella dengan wajah takut, kawatir pertanyaannya mengganggu. Keanu hanya menghembuskan napas berat, saat duduk kembali di samping Bella. "Dia bukan pacarku Bella, dia sahabatku sejak kecil, sampai kami sma terbiasa menghabiskan waktu bersama, sampai ada musibah besar yang membuat kami sama-sama menjauh, setelah sepuluh tahun kami bertemu lagi, ternyata tak juga kunjung selesai masalah kami," Keanu mengusap rambutnya dan kembali menghembuskan napas berat. "Tapi yang saya lihat dari sorot mata bapak bukan sorot mata sahabat, kayaknya bapak jatuh cinta pada sahabat bapak," ujar Bella pelan sambil tersenyum, Keanu menggeleng pelan. "Entahlah Bella, aku tidak tahu apa dan bagaimana yang kurasakan, aku hanya rindu saat-saat kami sebelum ada kejadian itu," sahut Keanu semakin sedih. *** Kayla baru saja sampai saat neneknya melihat matanya yang memerah. Yasmin hanya melihat Kayla yang bergegas menuju kamarnya. Mengerutkan kening dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Begitu sampai di kamar, Kayla menutup pintu dan perlahan terduduk di lantai, membiarkan sling bagnya jatuh dan memeluk erat lututnya, matanya berkaca-kaca. Keanu, aku merindukan pelukanmu lagi, terasa nyaman dan tidak ingin pergi.... *** "Mau ke mana ini oma?" tanya Kayla disuatu malam saat ia sudah berada di belakang kemudi dan melaju di jalan raya, Yasmin menyebut nama sebuah alamat dan Kayla mengangguk. Setengah jam kemudian ia sudah sampai di sebuah rumah megah, ia merasa tidak pernah ke rumah itu, namun saat yang ke luar adalah nenek Keanu badannya menjadi menegang. "Jaga sopan santun, turun dan beri salam," Yasmin menekan ucapannya dan Kayla turun. Melangkah di samping neneknya dan segera mencium punggung tangan Tita, nenek Keanu. "Ah Kayla semakin cantik saja, mari masuk sayang," Tita memeluk Kayla dan menawarinya masuk. "Terima kasih nek, saya masih ada perlu, biar nanti oma saya jemput jika sudah selesai," Kayla berusaha menekan perasaannya sebisa mungkin. Kayla pamit pada Yasmin dan melangkahkan kakinya menuju mobil. Kayla mengetahui bahwa almarhum opa dan omanya juga sudah seperti keluarga dengan kakek dan nenek Keanu. Saat ia sudah berada di dalam mobil ia melihat Keanu ke luar dari dalam rumah itu dan menatapnya dengan tatapan sedih, Kayla segera melajukan mobil dan membiarkan mata Keanu menatap kepergiannya. *** "Begini Keanu, ini ada mega proyek yang harus kau kerjakan dengan Kayla, sekali lagi ini proyek besar yang jika berjalan bagus maka akan ada proyek lebih besar lagi dari ini," ujar Yasmin menjelaskan pada Keanu. "Ya oma saya mengerti, tapi bagaimana cara saya kerja sama dengan Kayla sementara ia seperti itu sikapnya pada saya, mega proyek seperti ini tidak bisa main-main," ujar Keanu terlihat kawatir. "Dan mengapa Kayla tidak di suru duduk juga bersama-sama di sini oma, nenek?" tanya Keanu dengan wajah bingung. "Setelah kamu, baru kami akan bicara dengan Kayla, situsinya tidak mendukung Keanu," ujar Yasmin mencoba meyakinkan Keanu. Keanu masih tidak yakin dengan keadaan yang dipaksakan oleh neneknya dan nenek Kayla. Satu jam kemudian, Keanu berjalan ke samping rumah megah itu dan menemukam Kayla yang duduk menunggu neneknya di gazebo samping, sejenak badan Keanu ragu melangkah, ia dekati Kayla. "Kay, masuklah," ujar Keanu melangkah hendak meninggalkan Kayla. Kayla tidak berkata apapun, ia hanya melangkah pelan di belakang Keanu. Saat hampir memasuki rumah ruang tamu keduanya mendengar jelas perkataan omanya pada nenek Keanu. "Aku berharap rencana kita menjodohkan mereka berjalan lancar ta," ujar oma Kayla, yang membuat badan Keanu dan Kayla menegang. "Entahlah Yasmin, aku tidak yakin," terdengar suara nenek Keanu. Kayla seketika membalikkan badannya dan melangkah dengan cepat, Keanu menyusul, menarik lengan Kayla dan terlihat wajah marah Kayla. "Jangan pernah berpikir bahwa aku akan menerima perjodohan ini, kalau bukan karena papamu, kedua orang tuaku pasti masih hidup, aku membencimu, aku membencimuuuu," Kayla berteriak dengan wajah penuh air mata. "Jaga mulutmu, kau kira hanya dirimu yang kehilangan kedua orang tuamu, akupun sama, papa mama juga meninggal saat peristiwa itu, kau kira hanya dirimu yang kehilangan dan menentang takdir Tuhan dengan menuduh papa sebagai pembunuh," Keanu berteriak tak kalah keras. "Jika saja papamu tak memaksakan diri menyetir, jika saja ia biarkan papa yang pegang kemudi, tidak akan begini kejadiannya, papamu, papamu yang menyebabkan kedua orang tuaku meningal seketika, dan kau, kau masih bisa merawat kedua orang tuamu meski akhirnya juga meninggal hahahahhah aku puas, aku puas kau juga merasakan kesakitanku," Kayla menangis diantara tawanya. Ia menatap Keanu dengan tajam. "Akan aku hancurkan hidupmu," lalu ia melangkah cepat ke luar dari rumah besar itu. Keanu menatap kepergian Kayla dengan sedih. Sampai kapan seperti ini Kay, sampai kapan?..... ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD