#4

1959 Words
"Omaaa, jelaskan padaku apa yang oma rencanakan dengan nenek Tita, jangan membuat aku kembali ke Brisbane," ujar Kayla saat melihat neneknya memasuki rumah besar itu. Yasmin duduk dan menatap cucunya dengan tatapan tajam. "Duduk, duduk kataku," suara keras Yasmin mengagetkan Kayla dan tak ayal hatinya menciut juga melihat tatapan marah neneknya. Kayla duduk dan agak menjauh dari neneknya. "Begini ternyata tata krama anak jaman sekarang, karena merasa berilmu tinggi, kesopanan jadi nomor 27, kami menyekolahkanmu sampai jenjang tertinggi bukan untuk kau teriaki seperti maling, dengar anak cerdas, kau membuat oma malu, berteriak seperti orang kesurupan dan mengancam akan menghancurkan Keanu, pakai otakmu, dengarkan sampai selesai tiap orang tua bicara, jika tak jelas tanyakan, pengalaman buruk menuduh orang tua Keanu sebagai pembunuh tak membuatmu belajar lebih menggunakan mata hatimu, kau tahu maksud perjodohan, menjodohkan dua perusahaan papamu dan papanya Keanu, oma tidak akan pernah menjodohkanmu dengan Keanu, karena oma yakin mereka akan menolak lebih dulu, oma tidak mau harga diri oma berada di kaki oma, mereka tidak akan mau mempunyai cucu menantu bermulut pedas dan tak tahu tatakrama, asal kau tahu, kakekmu bisa kaya seperti ini dan papamu meneruskan kejayaannya semua karena kemurahan hati buyut Keanu, kakekmu orang miskin yang dipercaya, karena kecerdasannya ia mampu mengelola salah satu perusahaan besar milik buyut Keanu, dan kau, kau dengan mulut pedasmu, memalukan oma di depan mereka, pakai otakmu sebelum berbicara, karena jika saat emosi kau tetap berbicara maka yang keluar dari mulutmu adalah kotoranmu," Yasmin berlalu meninggalkan Kayla yang terhenyak dan menatap meja ruang tamu. Ada penyesalan ia telah membuat malu omanya. *** Di dalam kamar terdengar nenek Kayla menelpon nenek Keanu. Halooo gimana Yasmin, duh kita ketahuan tadi Tenang, aku sudah membuat anak nakal itu tak berkutik, aaaahhh nurun siaapaa anak itu, mamanya begitu manis dan pendiam.. Ya nurun omanyalah, sama cerewetnya Eh kamu ini, jangan ketawa kamu, aku sudah mati-matian tadi melawan cucu nakalku itu, pusing aku Ta.. Ya dah, kita lanjut rencana berikutnya ya, hati-hati, pakai kode aja, operasi senyap gitu Ok lah.... Nenek Kayla menutup sambungan telpon dan menghembuskan napas berat. *** Hari ini dan hari-hari selanjutnya akan menjadi hari-hari yang berat bagi Kayla dan Keanu karena sejak proyek besar mereka tangani berdua, mau tidak mau mereka akan lebih sering bertemu. Apalagi sejak peristiwa terakhir wajah Keanu berubah dingin, membuat Kayla sedikit bergidik, bertahun-tahun terbiasa dengan sikap lembut dan manis Keanu membuat Kayla sedikit kaget. Namun untuk menutupi ketakutannya ia tetap dengan wajah cuek dan bersikap seolah tak butuh Keanu. Seperti hari ini, setelah Keanu selesai memimpin rapat mengenai proyek yamg minggu depan sudah mulai dikerjakan, ia terlihat berdiri tanpa melihat Kayla, sekretaris Keanu segera membawakan map dan materi rapat yang tadi dijelaskan oleh Keanu. Berjalan mendahului Kayla dan tampak serius berbicara dengan beberapa manajer dari perusahaannya dan perusahaan Kayla. Beberapa bulan kedepan pengerjaaan supermall yang menyambung dengan wahana bermain anak modern dan aman akan menguras perhatiannya, konsep sudah matang, tinggal pengerjaan dan pengawasan hingga proyek selesai. *** Hari ini Kayla mendatangi kantor Keanu, ia merasa ada ketidakadilan karena yang terlibat dalam pengawasan proyek lebih banyak orang-orang dari perusahaan Keanu daripada perusahaannya. Tanpa ba bi bu Kayla masuk ruangan Keanu tanpa mengetuk, ia melihat Keanu duduk sangat dekat di sisi sekretarisnya di sofa tamu yang membawa map terbuka di tangannya. "Maaf jika mengganggu, saya ada perlu dengan anda," ujar Kayla dengan ekspresi datar. "Silakan duduk, kita lanjutkan nanti Bella, yang jelas buat model seperti itu saja agar dapat mengontrol semua kegiatanku dengan baik," ucap Keanu pada Bella dan Bella mengangguk lalu berlalu meninggalkan mereka berdua. Keanu kembali duduk di kursinya dan Kayla mengekor di belakang Keanu, duduk di hadapannya di seberang meja. Mereka bertatapan... Ah Keanu mengapa aku sakit...melihat pemandangan tadi... Kayla....ingin sekali aku meraihmu dan memelukmu agar tak lagi seperti ini, kita seperti orang asing... "Silakan, apa yang ingin anda bicarakan," ujar Keanu setelah sadar dari lamunamnya. "Begini, saya melihat anda tidak adil, dalam pengawasan proyek, ternyata komposisinya lebih banyak orang-orang dari perusahaan anda," ujar Kayla menatap Keanu yang menatapnya dengan tatapan tajam. "Terserah anda, mau diubah total menjadi orang-orang anda semua silakan, bagi saya tak masalah, toh keuntungan dari proyek ini nantinya tetap adil, ada auditor independen yang akan bekerja untuk kita," ucap Keanu tanpa senyum dan berwajah dingin. "Bukan begitu saya tidak terbiasa tidak adil, kita seimbangkan jumlahnya, ada orang saya dan orang anda dalam jumlah sama," ucap Kayla lagi. "Terserah anda," jawan Keanu singkat "Sudah selesai, maaf saya sudah ada jadwal lagi saat ini," Keanu berdiri dan Kayla merasa diusir, ia menatap Keanu dengan wajaha marah, membalikkan badannya tanpa sepatah katapun dan bergegas ke luar. Keanu duduk kembali di kursinya, memejamkan matanya dan membuka kembali matanya saat pintu terbuka dan Bella yang masuk memberikan dokumen yang tadi didiskusikan. "Pak, maaf saya ikut campur, kayaknya Bapak saling suka sama sahabat Bapak itu, kok saling nyakitin kalau suka, kok nggak bilang aja Pak, eh maaf sekali lagi kalo saya lancang," ujar Bella tetap posisi berdiri. "Hmmm... entahlah, aku tidak tahu harus berkomentar gimana, dia tidak akan pernah menyukaiku, kalaupun akhirnya timbul perasaan seperti itu dia akan segera mengenyahkannya, dia tidak pernah mau persahabatan kami dinodai oleh perasaan cinta, itu kata-katanya sejak dulu," Keanu kembali memejamkan matanya. "Usaha dong Pak, masa Bapak diam saja, Bapak menyukai sahabat Bapak itu kan?" tanya Bella lagi. Keanu hanya tertawa pelan dan tak menanggapi pertanyaan Bella. "Ah Bapak, nggak ada usahanya sama sekali ya males Pak perempuan kalau kayak gitu, eh iya, nanti malam jangan lupa Pak, ada undangan dari Pak Halim, kayaknya undangan besar deh ini Pak, konglomerat merayakan ulang tahun pernikahan, wah nggak kebayang deh," ujar Bella sambil geleng-geleng kepala. "Ah ya, untung kamu ingatkan, ikut nanti malam Bella?" ajak Keanu. "Ah nggak deh Pak, saya kadung janji sama ibu mau pulang, kasihan Pak sudah sebulan saya janji-janji terus, mumpung weekend Pak," jawab Bella. "Iya dah, aku datang sendirian aja," sahut Keanu. *** Benar dugaan Bella, pikir Keanu, undangan malam ini tampak dihadiri banyak orang dari kalangan pengusaha dan pemerintah, Keanu melangkahkan kakinya masuk, meski enggan ia harus datang karena Pak Halim adalah salah satu sahabat almarhum papanya. Lalu Keanu sempat bertemu Defla, purti bapak Halim yang merupakan teman kuliahnya di SG. Sempat berbincang lama dan mereka saling melambaikan tangan saat tunangan Defla datang. Setelah menemui pasangan yang mengundangnya, Keanu sebenarnya hendak pulang, ia tidak begitu suka dengan suasana ramai, tapi mendadak ia urungkan saat melihat Kayla dari jauh dan ada laki-laki didekatnya, yang seenaknya memeluk pinggang Kayla. Keanu berjalan mendekati keduanya, namun berusaha agar tidak terlihat. Bagas, mengapa ia di sini, bukankah ia berada di Singapura, memegang perusahaan papanya, lalu mengapa Kayla menggunakan baju kurang bahan seperti itu... Keanu menatap keduanya dengan tatapan marah karena ia tahu bagaimana Bagas selama di Singapura. Ia hanya tak rela jika Kayla kembali melanjutkan hubungannya dengan laki-laki itu. Kembali Keanu melihat pergerakan keduanya dan menangkap gelagat Kayla terlalu banyak menghabiskan wine, entah berapa gelas dan ia melihat tangan Bagas yang mulai kemana-mana di tubuh Kayla. Keanu menggatupkan gerahamnya menahan marah. Keanu sempat teralihkan tatapannya saat ada yang menyapanya dan ia kehilangan Kayla, Keanu mencari-cari diantara kerumuman orang, ia terlihat putus asa. Saat Keanu tanpa sengaja melihat ke luar jendela besar, ia melihat Bagas yang memapah Kayla yang berjalan agak limbung, secepat kilat Keanu melangkah mengejar mereka. Sempat terhalang beberapa orang dan berlari menuju tempat parkir. Darah Keanu terasa mendidih saat melihat kondisi Kayla yang setengah sadar dan dipeluk Bagas sementara tangan satunya berusaha mencari kunci mobil di saku, dan bibir Bagas mulai menyusuri leher Kayla, dengan posisi Kayla bersandar pada pintu mobil. Bug!!!! Dan Bagas tersungkur di area parkir. Bagas menoleh dan terlihat marah pada Keanu yang sudah memeluk Kayla yang kepalanya bersandar di d**a Keanu. Bagas mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah. Dan bergerak menuju Keanu. "Sekali lagi melangkah, aku akan membuat wajah tampanmu penuh darah, ada niat apa di kepalamu membawa adikku dalam kondisi seperti ini?" Keanu menatap dingin wajah Bagas. Bagas menghentikan langkahnya dan tertawa. "Adik, adik dari mana, jangan dikira aku tidak tahu, bahwa diam-diam kau juga menyukai sahabat kecilmu sejak sma, namun sayang tak berbalas, bukankah itu cukup menyakitkan, ambillah, bawalah mantanku pulang, aku juga tak berselera membawanya pulang dengan kondisi tak sadar, akan lebih menantang jika aku melakukannya saat ia sadar nanti," tawa Bagas semakin nyaring dan berjalan terhuyung masuk ke mobilnya. Keanu segera menuntun Kayla menuju mobil, mendudukkannya dan melajukan mobil menuju rumah Kayla. "Keanuu..kamu menjauh dan semakin jauh..aku..ingin kau memelukku lagi, kamuuu semakin tak...terjangkau..," mulut Kayla meracau namun matanya mulai terpejam. Keanu menepikan mobil dan membuka jasnya, menyelimutkannya padaKayla. Menatap ngeri baju kayla yang menampakkan belahan dadanya "Keanuu," mulut Kayla kembali bergumam. Keanu memandang Kayla yang terpejam. "Kau merindukanku Kayla?" tanya Keanu menyentuh tangan Kayla perlahan. "Yaaaah...dalam mimpipun suaramu terdengar nyata Keanu, peluk aku Keanu" Kayla membuka jas Keanu dan Keanu menahannya, menutupkan kembali ke badan Kayla. " Tidak aku tidak akan memelukmu dengan baju seperti itu, kau semakin cantik Kay," ujar Keanu pelan dan terdengar tawa Kayla yang hambar dan mulai terisak. "Apa gunanya aku cantik Keanu, kau semakin tak terjangkau, kau menyiksaku, keadaan menyiksaku," Kayla tetap terpejam dan mata Keanu berkaca-kaca. "Aku mencintaimu Kayla," suara Keanu terdengar bergetar, terdengar tawa Kayla diantara tangisnya. "Aku ingin mendengarnya lagi Keanu, karena aku yakin saat aku bangun dari mimpi kenyataan akan berbalik, aku ingin tidak bangun lagi dan mendengarnya berkali-kali bahwa kau mencintaiku," Kayla memeluk badannya sendiri. "Aku mencintaimu Kay," Keanu mengulang kembali dan kayla menangis, perlahan suaranya hilang, tertidur dengan kepala menghadap ke arah Keanu. Keanu membetulkan kepala Kayla, mencium keningnya. Dan melajukan kembali mobilnya. *** "Maaf Keanu, anak ini hanya membuatmu repot," ujar Yasmin saat Keanu menggendong Kayla ke kamarnya. Merebahkan badan kayla di kasur dan menyelimutinya hingga ke d**a Kayla. "Oma tunggu di ruang makan Kenau," ujar Yasmin berlalu dari hadapan Keanu. Keanu duduk di samping Kayla, menatap wajah Kayla yang tertidur nyenyak, diciumnya kening Kayla. "Aku mencintaimu Kay, sesulit apapun keadaan kita, aku akan selalu mencintaimu, tidak harus kita menikah, cukup aku selalu berada di sisimu, itu sudah membahagiakan bagiku," ucap Keanu lirih. Keanu memakai lagi jasnya dan berdiri. Mata Yasmin berkaca-kaca mendengar perkataan Keanu, bergegas turun menuju ruang makan. *** "Jagalah Kayla, Keanu, oma sangat berharap kalian berjodoh," ucap Yasmin memegang tangan Keanu. "Pasti, akan saya jaga Kayla tanpa oma minta, tapi mengenai berjodoh saya tidak pernah bisa menjawabnya," jawab Keanu. "Kau mencintainya kan Keanu?"tanya Yasmin dan Keanu menggangguk ragu. "Kau mau menunggunya sampai ia benar-benar yakin bahwa ia mencintaimu?" pinta Yasmin dan kembali Keanu mengangguk setelah agak lama ia diam. "Kay tidak harus mencintai saya oma, cukup dia tahu bahwa saya mencintainya, itu saja," ucap Keanu pelan. Mata Yasmin kembali berkaca-kaca. "Terima kasih," dan tanpa sadar air mata Yasmin meluncur dipipinya. *** Pagi-pagi, Kayla bangun dan mendapati dirinya masih menggunakan bajunya semalam, ia pegang kepalanya dan mendesis pelan karena masih pusing. Ia berusaha mengingat detik-detik terakhir saat kesadarannya masih utuh. Ia ingat bagas dan dengan cepat membuka selimut memeriksa keadannya dan menghembuskan napas lega bahwa ia baik-baik saja. *** "Sarapan dulu, meski lebih pantas dikatakan sebagai makan siang, ini jahe hangat agar kau tak mual, banyak hal yang mengagetkan oma, ada kebiasaan baru darimu ternyata yang tak oma tahu, apakah mabuk jadi kebiasaanmu di Brisbane?" tanya Yasmin dan Kayla terperangah, ia duduk di depan neneknya setelah mandi dan membiarkan rambut basahnya menyisakan air. Aku mabuk, lalu siapa yang mengantarku semalam...aku mabuk ada sebabnya oma.. Aku melihat dari jauh, Keanu dipeluk dan wajahnya dielus oleh putri Pak Halim semalam, mereka terlihat sangat akrab dan Keanu seperti menikmatinya... "Aku tak sadar bahwa aku mabuk oma, aku hanya minum wine saja, dan aku lupa setelahnya, lalu Bagas yang mengantarkanku ke sini ya Oma?" tanya Kayla pelan sambil menunduk. "Bagas, laki-laki mana lagi itu?" Tanya Yasmin dingin. "Lalu siapa yang mengantarku ke sini?" tanya Kayla penasaran. "Keanu,".... Jawaban neneknya membuat Kayla terperangah. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD